Petualangan Miss Risna di Bosscha dan Floating Market Lembang

Bandung Bagian II (End)

Setelah Hari I " Membuat Kenangan Baru di Bandung " selesai, kini miss Risna bakal lanjut ke Hari II di Bandung yang bakal menjelajah Bandung bagian Utara.


Boscha, 12 Mei 2018

(Piknik Hari II) Kami bangun sekitar jam setengah 5, karena rencana kita mau ke Bosscha yang ada di Lembang. Mengingat kemarin kena macetnya Bandung yang u lala, akhirnya kami mencoba untuk lebih pagi sambil nunggu sarapan dari penginapan. Sarapan dari penginapan adalah nasi goreng box yang sebenernya enak kalau masih panas tapi lumayan buat ganjal di pagi hari. Sabtu, 12 Mei 2018 akhirnya kita melajukan motor sewaan kami dari @sewamotorbandung menuju Lembang dengan bermodal GPS. Ohya ... sumpah nie sewa motor di @sewamotorbandung ini unit motornya enak dan bensinnya irit banget gaes plus aku masih teringat-ingat sama helmnya.hehehe....

Ok kembali lagi sama perjalanan kami. Berhubung kami jalan ketika masih pagi jadi gak begitu macet cuma kita sempat muter-muter nyari nie Bosscha dan nemunya malah antrian masuk Farm House, alhasil Farm House kita coret dari destinasi kami hari itu. Walaupun muter-muter dan dibikin binggung sama GPS, finally kami dipertemukan sama Boscha. Berhubung ini weekend ternyata tempat ini cukup ramai dan kami sempat ketinggalan acara tour Bosscha. Kenapa bisa? jadi Mbak Oenink bilang bahwa yang penting kita Bosscha ntar bisa masuk atau kagak yang penting kita kesana ajah. Nah karena banyak orang dan hanya duduk di depan banguan yang super ikonic, kamipun juga terlena untuk foto dan keliling. Hingga akhirnya tiba-tiba ada petugas masuk dan beberapa orang ngantri didepan pintu bawa tiket gitu. OMG ! ternyata hari itu terbuka buat umum. Langsung dong tanya sama satpam. Ternyata oh ternyata kita bisa beli tiket Tour Bosscha dengan beli tiket Rp 15.000 di kantor Bosscha yang ada di belakang pos Satpam. Hari itu ada 2 atau 3 Tour Bosscha dan beruntung kami karena masih bisa ikutan yang jam 09.00 WIB. Sekalipun telat, akhirnya aku bisa masuk dan tahu dalamnya. Seketika langsung ingat sama film Petualangan Sherina dong. hahahaha...


Terpesona waktu atap bangunan Boscha di buka


Tour Weekend Boscha
Ketika masuk, di tengah-tengah sudah ada kakak cantik yang menerangkan tentang Boscha dan teleskop raksasa ini.Satu hal yang bikin aku takjub adalah atap dari bangunan ini bisa diputar dan dibuka gitu. Bahkan untuk mengerakan teleskop yang super gedhe ini bisa dengan tangan. Iya mbaknya kecil tapi bisa mindah-mindah teleskopnya. Perjalanan kesini tuh macam mengenang kenangan masa kecil aku, yang dulu bisa lihat bintang-bintang dengan mata telanjang dan hujan meteor hingga membuatku bercita-cita untuk mendalami tentang astronomi. Setelah kami dari bangunan utama Bosscha kami pindah ke sebuah ruangan kecil dan cukup tua. Ternyata banguan yang tak jauh dari bangunan utama Boscha merupakan biskop mini. Di bioskop mini ini kita dapat banyak pengetahuan tentang Bosscha dan astronom dengan beberapa visual. Ada teteh dari mahasiswa ITB jurusan astronom. Teteh ini menyerikan tentang galaxy, bintang dan tata surya. OMG ! ya Allah aku berasa flashback lagi. Sumpah inget banget dulu waktu kecil pengen jadi pembelajari tata surya sampai-sampai jaman sekolah pelajaran IPA kalau udah bab tata surya itu berasa dunia imajinasiku banget. Alasan kenapa dulu pengen, karena aku tuh suka lihat bintang dan sering lihat bintang jatuh yang sekarang udah jarang ketika dilihat di halaman rumah kalau gak pas gelap gulita.Ok setelah tetehnya selesai nih kamipun mampir ke toko suvernir gitu yang jualan kaos, dn pernak pernik Bosha. Ohya... saat ini karena daerah Boscha mulai padat penduduk, di Sumba , NTT bakal dibangun juga tempat pengamatan macam Boscha ini, Doain Miss Risna bisa kesana ya kalau udah jadi nanti. Aamiin.


Suasana Floating Market
Koin di Floating Market Lembang
Makanan di Floating Market Lembang
Sehabis dari Bosscha akhirnya kita menuju ke Floating Market Lembang. Berhubung jalan yang menuju Boscha ini kecil dan lumayan padat di weekend, kami diarahkan untuk lewat jalan pintas dan jalannya rusak lumayan parah. Tapi ternyata jalan ini tembusnya samping Floating Market Lembang yang hari itu sangatlah buanyak orang. Kamipun segera menuju parkiran dan bayar tiket masuk yang bisa kamu tuker dengan minuman. Pakiran motor dekat ternyata dekat dengan pintu masuk. Kami segera menukarkan tiket masuk dengan minuman karena haus banget sambil kita mencoba mengamati sekitar. Kami memutuskan untuk menukarkan uang. Yups selama di Floating Market ini kamu hanya bisa beli dengan koin yang biasa disediakan oleh pengelola Floating Market Lembang. Tempat penukaran atau pembelian koin ini ada di beberapa sudut seperti tempat-tempat pintu masuk. Kami memutuskan untuk menukarkan sekitar Rp 200.000 dengan pecahan mulai 20.000, 10.000, 5.000. Kami berempat mulai pisah dengan dibagi menjadi dua tim. Pokoknya beli makanan semau kalian tapi sambil nyari tempat buat duduk. Setelah gerilya dan nyaris laper mata, kamipun berkumpul di tempat yang akhirnya mbak Anin dan Nisa dapatkan. Kami menikmati makanan yang kami beli. Mulai dari Cuanki, tahu genjrot dan aneka makanan yang jarang kita temukan di Jogja. Untuk rasa sih ok ok ajah, mungkin karena efek kita kelaparan juga jadi semua yang masuk terasa nikmat. 


Rainbow Garden

Ada Kolam Renang dan bangunan lucu juga


Banyak banget tanaman yang lucu dan terawat tentunya.

Puas dengan makan-makan, akhirnya kami mencoba untuk keliling dan menemukan sebuah taman "Rainbow Garden" yang masih satu komplek dengan Floating Market tapi pakai HTM sebesar Rp 10.000/orang. Taman ini berisi dengan berbagai tumbuhan yang beraneka ragam, dari bunga-bunga, tamanan hias, spot foto dkk. Karena pas disini siang jadi cukup terik walau cuaca di Lembang tentunya gak begitu panas. Puas dengan mengelilingi Rainbow Garden Lembang kamipun segera menuju Mushola dan harus melewati taman satwa yang lucu-lucu dan habis itu macam-macam taman budaya seperti Jepang dan Korea yang mana kita bisa sewa baju dan foto di spot foto ala-ala gitu. Cuma kami gak boleh terlena karena harus melanjutkan ke destinasi selanjutnya. Kamipun segera bergegas ke Mushola dan setelah itu kami menuju ke parkiran untuk melanjutkan destinasi selanjutnya yaitu ke Factory Outlet. Kita main acak dan googling ajah. Pokoknya pusat FO ternama di Bandung yang kala itu macet parah ditambah hujan. Hasilnyapun kita gak ada apa-apa di FO.



Bye Bandung
Kamipun memutuskan untuk beli beli oleh-oleh ajah. Tempat yang kita pilih adalah Kartika Sari yang dekat sama Stasiun Bandung. Kami memilih roti andalan dari Kartika Sari, biskuit, coklat dan beberapa makanan khas Bandung. Baru setelah itu kami menuku rumah makan Ampera, karena Mbak Oenink pengen makan di tempat ini. Setelah perut keisi. Kami pulang menuju Unique Hotel dan melepas lelah. Paginya kami mengembalikan @sewamotorbandung kami dengan bertemu di parkiran Stasiun Bandung. Kami menunggu kereta kami sambil beli makanan sarapan. Agak zonk ketika Nisa beli matcha latte-nya Roti ternama yang hampir selalu ada di stasiun. Terima kasih Bandung akan kenangan barunya. Semoga kita berjumpa di lain kesempatan dengan cerita yang lebih seru ya !

Ini Untuk Maps ke Bosscha biar gak kesasar kayak aku ^^v


Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Punya tekad buat explore plus santai manja di ujungnya baratnya Indonesia, alamnya Indonesia Timur, lihat oppa-oppa langsung di negaranya, menginjakan kaki di daratan negara Penjajah Indonesia dan bakalan kolaborasi sama idola Aamiin ^^v.

2 komentar:

  1. Belom kesampean ke Boscha. Dulu pas mau kesana tutup. Huhuhu

    BalasHapus
    Balasan
    1. weekend mbak sama mas kumis tapi datang pagi2 ajah ...sambil menikmati suara alam di Bosscha

      Hapus