Berburu Spot Foto Hits di Kaliadem sambil Menikmati Sesruput Kopi Merapi

Bunker Kaliadem,Tujuan Wisata Erupsi Merapi 2010

Helo... welcome back!Miss Risna datang lagi buat menyapa kalian dan sebagai wujud mengusir rasa malas untuk meluangkan waktu berbagi di missrisna.com. Ok kaliini aku bakal cerita dolanku di tahun 2017 tepatnya di bulan Mei 2017 ke bagian utara Jogja. Bersama Oeli,Rika dan akhirnya ketemu Ibel. Kami menjelajahi daerah Kaliadem yang seharusnya kita mau ke tempat yang hist di Instagram. Cuma karena komunikasi dan realita akhirnya kami menuju ke kawasan Kalikuning dang Kaliadem.Seperti biasa kita berhenti di pintu restribusi resmi yangada di jalanan setelah lapangan. Kamipun segera menuju ke kawasan Kaliademyangterkenaldengan bunkernya. Cuma ada hal yang kurang mengenakanketika sampaidi gapura bambu. Kami diberhetikan oleh warga. Katanya untuk naik ke atas harus pakai motor trail atau jeep dari pengelola. Kalau misal mau pakai motorsendiri harus ada tour guide dan bayar permotor Rp 20.000. Ibel sih bilang harusnya gak bayar dan emang motor bisa sampai atas (baca :pungli). Tapi karena masa dan mukanya rada serem akhirnya kita ambil ajah. Soalnya sewa motor atau jeep lumayan juga.Plus kita tahu banget jaraknya deket tapi harga jeep jauh deket sama. Rugi dong !

Bunker Kaliadem, 2017.
Akhirnya kita dianter sama bapak-bapak gitu. Tahukah anda bahwa di kawasan Bunker Kaliadem, ternyata banyak juga motor pengunjung. Jadi sebenarnya emang boleh dong ke Bunker tanpa sewa Trail atau Jeep. Nah disinikmaimasih ditarik parkir Rp 2000. Sejujurnya bapaknya sih baik, tapi beliau cuma nganter kita dan duduk sekitar 5 menitan terus dia pamit mau turun. See !!!!  Hal kayak gini sebenernya udah lama,udah lapor udah di viralin tapi di lapangan tetap masih ada. Ok,kita tinggalkan cerita ini. Kita cerita apa yang bisa kamu lakukan disini. Berhubung kabuttebalmenutupi Gunung Merapi kita hanya bisa menikmati dahsyatnya awan panas yang merusak tempat ini. Inget banget dulu tempat ini ada sebuah bangunan kayak gedung gedhe gitu dan masih asri kini menjadi tempat yang penuh panis dan semak-semak. Aliran sungai pun makin meluas dari waktu dulu kencan sama gebetan gueh (eaaaa .... ceritaku makin nglantur). Nah kebanyakan yang kesinisih pada nengkokin Bunker yang menjadi saksi dan tempat peristiwa relawan yang berlindung di Bunker ini tapi tidak selamat kerena emang awan panasnya super panas katanya.Jadi Bunker ini dibuka untuk umum buat yang mau melihat sampai dalam-dalaman. Tapi karena waktu itu cukup  ramai banget akhirnya kami memilih untuk berjalan di utara Bunker dengan harapan kabutnya mau pudar dan bisa foto dengan background kaki gunung Merapi.  

Aliran awan panas Kaliadem, 2017
Kabut Beb... T_T
Setelah cukup puas dan gak ada harapan kabut bakal pudar akhirnya sesi photo kita berhenti karena perut kita lapar. Hinggaakhirnya terbesit untuk mencari Warung Kopi yang cukup terkenal di instagram. Warung Kopi yang mana berdiri setalah ganasnya awan panas menerjang tempat ini. Sempat kebinggungan, cuma tadi sempet tanya bapak tour guidenya  sama tukang pakir. Warung Kopi Merapi namanya.Nah berkatarahan dari bapak-bapak. Warung Kopi Merapi ini ada di bawah Kaliadem jadi kalau nemu pertigan jalan setelah pintu restribusi nanti belok ajah menuju jalan tersebut ke arah timur. Sesuai arahan kami akhirnya menuju tempattersebut, cuma nanti di tengah jalan kalau kamu gak pakai jeep, a.k.a kamu pakai kendaran pribadi bakal di berhetikan sama warga dimintai buat sumbangan (bayar) sekitar Rp 2000 perorang. Nah jalanan disini bisa dibilang kayak sungai kering dan kamu akan beradu laju sama jeep-jeep. So,akalu kamu datang pas musim kemarau, siapin maskerdan penutup kepala/ helm kalau pakai motor atau jeep. Warung Kopi Merapi ini cukupmencolok karena hanya ada banguan Warung Kopi Merapi ini ajah. Tempatnya di persimpangan jalan.

Suasana Warung Kopi Merapi, 2017.
Kopi MERAPI

Di Warung Kopi Merapi jika kamu mencari makanan berat cukup sulit karena tempat ini lebih ke kopi dan snack-snack ringan ajah.Kayak tempe goreng tepung, pisang goreng dan sebangsanya. Sama mie instan tentunya tapi bukan popmie yak.Rata-rata sih harganya dari Rp 8000- 20000an lah. Masih ramah dikantong. Berhubung aku tuh oarang gak bisa minum kopi, tapi karena ini tokokopi, aku milih kopi susu dan gorengan. Sumpah nie pisang goreng enak banget. Mungkin karena fresh form the open yak. Jadi masih panas dan enka banget. aku bilang gini karenakau kurang begitu suka sama pisang goreng. Untuk tempatnya Warung Kopi Merapi ini super sederhana tapi bersama rumahan banget dan emang asyik banget buat kumpul tanpa gadget karena bisa sambil bercanda tawa dan sabaagainya. Perjalanan kami sebenarnya gak sampai sini,lanjut besok lagi di postingan selanjutnya. Sorry juga postingan kali inikurang komplit karena ini sudah cukup lama dolannya. Takutnya udah terupdate waktu kamu baca post ini. But.... terimakasih.Semoga Miss Risna bisa nulis rajin lagi yak. LOVE-na. 




Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Punya tekad buat explore plus santai manja di ujungnya baratnya Indonesia, alamnya Indonesia Timur, lihat oppa-oppa langsung di negaranya, menginjakan kaki di daratan negara Penjajah Indonesia dan bakalan kolaborasi sama idola Aamiin ^^v.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar

Terima kasih sudah berkunjung di Story Of Miss Risna, Silahkan tinggalkan komentar dibawah ini ( NO SARA ) ^^v