Camping di Pantai Ngrumput dan Menikmati Samudera Hindia di Bukit Kosakora


Miss Risna kembali hadir untuk menyapa kalian, ditemeni lagunya Hivi! - Siapkah kau tuk jatuh cinta lagi? yang lagi hist banget. Kali ini miss Risna bakal menyeratin sebuah dolannya miss Risna bareng sahabat-sahabat miss Risna yang super kece.
Suana depan tenda saat camping di Pnatai Ngrumput
Berawal dari sebuah obrolan ngalur ngidul yang berujung pada sebuah kata camping di pantai yang di-deal-kan oleh aku, Oeli, Pod, dan Juwan akhirnya mengantarkan kami ke sebuah destinasi pantai pasir putih di Gunung Kidul. Awalnya kami sempat kebinggungan untuk memilih Pantai Ngrumput, Bukit Kosakora atau Pantai Kesirat. Hingga akhirnya nama Pantai Ngrumput menjadi kesempatan karena dekat dengan Bukit Kosakora, ada fasilitas yang cukup penting buat cewek dan tentunya keamanan. Soalnya para lelaki akan mengajak pacar mereka. Ternyata aku dan Oeli dijadikan modus ^^v

Sabtu - Minggu (26-27 September 2015) jadi pilihan kami untuk melancarkan camping dan kali ini kamu uwul (iuran) sekitar Rp 50000 untuk membatasi bugdet kita agar gak boros, intinya terkontrol.Hahahaha ... Meeting point pertama adalah di rumah Oeli, cuma Juwan berangkat duluan karena harus sewa kompor dan jemput Dek pacar. Aku, Oeli dan Pod pun membagi barang bawaan bersama dan akhirnya cus sekitar jam setengah 2 lebih. Meeting point ke dua adalah Alfamart depan Kids Fun Jalan Wonosari. Di sini aku dan Oeli beli snack dan kebutuhan lainnya. Kami masih menunggu Juwan dan Dek Pacar, Pod dan temannya yang tetiba mau ikut (Dek pacarnya Pod gak ikut karena kerjaan yang gak bisa ditinggal). Cukup lama kami menunggu dan akhirnya kami semua kumpul untuk melanjutkan perjalanan.


Sunset di Pantai Drini
Rute kami adalah Jalan Wonosari - Patuk - Bunderan Siyono kanan - Perempatan kedua yang ada bangjo kiri - pertigaan kiri ke Pantai Siung, kami ambil lurus menuju Pantai Baron (kami sempat mampir untuk sholat dan beli nasi untuk makan malam kami) - masuk pos retribusi ambil arah ke Pantai Drini (Ada 2 jalan menuju Pantai Ngrumput dan Bukit Kosakora, bisa via Pantai Drini atau lewat jalan menuju Pantai Watu Bolong yang jalannya berada di jalan pantai Drini yang sisi Timur jika dari retribusi Baron, karena menuju pantai Drini ada dua jalan) - Parkir di pantai Drini (semalam bayar Rp 5000/ motor) - kami memilih susur pantai tapi tiba-tiba ombak gedhe mulai bermuncul, jadi hati-hati - Sampai di Pantai Watu Bolong yang sudah banyak orang camping juga - Masih treking 1-2 bukit lagi dari Pantai Watu Bolong - Sampailah di Pantai Ngrumput.

Narsis dulu sebelum susur pantai
Susur pantai menuju Pantai Ngrumput
Kami sempat melihat sunset di Pantai Drini, cuma sayang kami harus segera sampai Pantai Ngrumput sebelum gelap menyapa. Walaupun samapai Pantai Ngrumputpun sudag gelap.Kami segera membangun tenda. Waktu itu hanya tenda kami yang berdiri karena kebanyakan dari meraka memilih berkemah di Bukit Kosakora yang berada di timur Pantai Ngrumput. Tapi semakin malam, semkain banyak pengunjung yang datang dan mendirikan tenda. Malam itu setelah kami sholat, kamipun memulai ritual masak memasak karena perut kami sudah lapar diterangi cahaya rembulaan yang begiti terang. Kami masang oseng tempe yang rasanya adalah rasa apapun kalau lapar mah enak-enak ajah apalagi rame-rame. Hahahah ... Setelah makanpun kami lanjut main Uno yang gak selesai hingga membuat kami bosan. Makanya kami memutuskan untuk istirahat dan Aku,Oeli, Zie (Dek pacar Juwan) memilih untuk menepi ke pantai. Hingga akhiranya di susul sama Puji (Temen baru kita) di lanjut Pod. Kam malah main air malam, karena malam itu air surut. Kami menyoba untuk melihat dan mencari biota laut. Waktu itu Puji beruntung banget bisa lihat bintang laut kayak patrick di Spongebob tapi warnaya biru. 

Makan malam kami
Makin malam, angin makin gedhe walau cahaya rembulan menerangi malam minggu kala itu, cuma karena kami kecapekan malam itu kami tidur dan tidka memilih untuk begadang seperti tenda lainnya. Para cewek tidur di tenda dan para cwok tidur di luar. Hahaha... itu udah jadi resiko karena cuma bawa tenda satu ajah. Padahal malam itu anginnya lumayan kencang, tapi sepertinya Pod dan Ju menikmatinya. Hingga cahaya rembulan mulai pudar dan akan digantikan oleh semburat jingga matahari. Ya... Malam di pantai Ngrumput tidur dengan suara deburan ombak dan angin laut kali ini berahasil membuat tidurku lumayan nyenyak. Hingga akhirnya waktu susbuh datang membangunan kami semua. Setelah sholat Subuh rencananya sih main air ajah dan naik Bukit Kosakoranya setelah kami selesai main air. Tapi ternyata rayuan Bukit Kosakora tak terelakan untuk dijamahi. Kamipun segera naik bukit yang ebra di timur Pantai Ngrumput. Untuk naik Bukit Kosakora ini kalian harus membayar Rp 2000/orang, cuma karena kami bermalam disini dan udah bayar biaya camping semalam meliputi dana kebersihan sebesar Rp 20000, kami boleh naik sebuahnya kata bapaknya.
Kosakora Hill vs Amarei Hill

Sunrise di Bukit Kosakora
Pantai Watu Bolong dan Drini dari Bukit Kosakora
Suasana pagi di Bukit Kosakora waktu weekend
Nalacita.com tuh ... cuma aku disini sebagai penengah ^^v
Pagi di Bukit Kosakora - all team
Bukit di timur Bukit Kosakora yang belum di jelajahi
Jalan menuju Bukit Kosakora ini terlihat banget kalau ini adalah jalan yang dipaksakan untuk sebuah jalan. Lumayan terjal dan batuan bukit ini yang lumayan tajem dan curam juga membuatmu untuk selalu hati-hati meskipun pemandangan yang disajikan emang keren binggo. Sampai di atas Bukit Kosakora ini ternyata awan mendung menutupi sang surya pagi itu, tapi pemandangan dari Bukit Kosakora ini emang keren. Jadi gak usah sebel gak dapat sunrise karena tempat ini emnag lebih cocok buat menikmati sunset. Apalagi pagi ternyata yang camping di bukit ini banyak banget, lahan yang miringpun ada yang mendirikan tenda. Kamipun menikmati pagi itu sambil narsis. Sebenarnya aku penasaran sama bukit di sebelah timur Bukit Kosakora tapi rasa lapar lebih menuntunku turun.

Muka laper di pagi hari tapi pengen narsis

Menu sarapan pagi kita nasi goreng dan mie goreng
Sesampai di tenda, kamipun segera menyiapkan sarapan pagi ini yaitu mie goreng dan nasi goreng. Kali in rasanya beneran kayak nasi goreng, kata Pod. Hahahaha... Selesai makan kamipun gak tahan untuk segera bermain air. Air laut pagi itu dingin banget dan ombaknya masih gedhe. Jadi buat kamu yang mau air di sini, tetap hatihati ya. Oh ya di sisi timur pantai ini juga da sebuah batu yang merupakan telapak kaki bidadari yang dimana air dalam telapak tersebut tawar walaupun berada di tengah-tengah air laut yang asin. Setelah kami asik main air dan kedingingan, akhirnya kamupun seger beberes diri  dan beberes tenda seletah mandi. Jangan lupa buang sampahmu di tempat yang sudah disediakan atau bawalah smapai menemukan tempat sampah. Walaupun tadi kamu dah bayar dana kebersihan. Dan emang sama warga yang mengelolah emang dibersihkan bahkan bekas abu bakar semalam tapi itu kan tanggung jawabmu jug karena kmau yang bakar. Iya kan, yuk jangan kotori alami. Percaya Indonesia Indah kalau kamu gak mengotori dengan tangan, kaki, anggota tubuhmu bahkan tutur katamu. Ok !!!
Main air sekalian tuh gak wajib juga sih kalau udah mandi

Apalah aku yang suka kena sinar matahari
Terima kasih ceritanya sahabat
Camping kali ini emang cukup simple dan ngirit pagi kami, kamipun segera meninggalan pantai Ngrumput dan mulai treking lagi menuju parkiran Pantai Drini walau di perjalanan kami gak bis aberhenti untuk narsis.heheheh...

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suka sama mie ayam, kuwaci lovers dan lagi butuh patner piknik yang suka motoin, bukan yang minta dipotoin ^^v.

17 komentar:

  1. Wueh! Nggak kebayang itu susur pantai ada yg pake rok. Gimana pas naik-turun karangnya itu? Celanaku aja robek.. >.<

    Kosakora klo pagi ternyata rame juga ya. Jadi kapan itu pas Kosakora nggak rame?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Basah-basah mas pokoknya soalnya pas kita susur pantai ombak gedhe datang.hahahah
      wah kayaknya pas weekday ajah mas, ini kemarin pas weekend. gak kebayang bsk pas tahun baru.

      Hapus
  2. wah bersama teman" emang selalu seruu ya mbak mantap

    BalasHapus
    Balasan
    1. alhamdulillah udah jarang bisa dolan jadi dimanfaatin banget waktunya

      Hapus
  3. Permisi mba .. mau tanya kalo camping di pantai ngrumput nya toilet sama warung buka 24 jam kah ? terus untuk biaya kebersihan sendiri bayar per tenda atau bagaimna ? terimakasih :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. hihihi....thanks for visiting my blog debby. udah di bales via chat kemarin ya..selamat camping ^^v

      Hapus
    2. Wah, sayang jawaban pentingnya diprivate, hehehe

      Hapus
    3. Ada toilet dan warung yang buka 24 jam. Untuk Toilet sistem borongan kok kak, nah untuk tendanya per tenda 20k sudah dg dana kebersihan dan termasuk ke bukit kosa kora. udah aku jelasin juga di postingan ini kakak. thanks for visiting ^^v

      Hapus
  4. ternyata banyak juga ya yang kemping di pantai ... pantainya memang indah, banyak spot2 yang kece. Belum pernah saya kemping di pantai jadi kepengen nyobain

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mumpung long weekend, bisa di agendakan camping loh

      Hapus
  5. mba risna,mau tanya, saya berniat ke puncak kosakora dengan jalur dr pantai drini, kira-kira di pantai drini mungkin jam 2 an siang soalnya niat ngejar sunset gitu, nah itu dr kosakora ke drininya aman g ya mba turun setlah sunset, apa ada jalur lain buat ambil motor di pantai drini? makasih...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Halo Ratih, terima kasih udah terdapat di blogku. kalau kamu naik jam 2 dari Pantai Drini bisa kok hanya untu mengejar sunset, sebenarnya dari pantai drini menuju bukti kosakora hanya butuh waktu gak sampai 30 menit kalu gak banyak berhenti. Santai ada selalu ada jalan kok. Selamat piknik ^^v

      Hapus
  6. Mbak mau tanya, itu jalannya ke pantai ngerumput jauh nggak ya? Kira2 brpa menit? Kalau langsung ke sana bisa kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. jalannya ke pantai rumput sekarang udah ada jalan pintasnya gak harus dari pantai Drini dan paing cuma 30an lah kalu sambil foto ^^v

      Hapus
  7. mbak disana ada gk penyewaan tenda ????

    BalasHapus
    Balasan
    1. kurang tahu untuk yang terbaru sudah ada penyewaan tenda atau belum, kalau pas sanya masih belum ada kak

      Hapus