Menikmati Secangkir Teh di Rumah Teh Ndoro Dongker

Menikmati setjangkir teh di Rumah Teh Ndoro Dongker
Masih satu rangkaian dengan "Solo, Destinasi Jawaban Untuk Yang Ngidam Naik Kereta" yang aku dan Mboeli lakukan di hari Minggu, 6 Maret 2016. Setelah kami berempat, Aku, Mboeli, Simbah dan Isnaini cukup puas mengelilingi Kraton Surakarta. Simbah mengajak kami ke Ndoro Dongker yang berada di Karanganyar. Ndoro Donger adalah sebuah tempat untuk menikmati teh dengan view kebun teh. Perjalanan kami dari Solo menuju tempat ini rada deg-degan juga karena melihat awan mendung yang begitu pekat. Walaupun kami masih kepanasan hingga akhirnya Simbah dan sang patjar beli buah semangka untuk menyegarkan jiwa dan raga kami. 
Suasana Rumah Teh Ndoro Dongker
Suasana Rumah Teh Ndoro Dongker di bagian luar
Makasih ya kalian udah rela nganterin kita berdua
Perjalanan yang memakan waktu sekitar kurang lebih 60 menit akhirnya mau gak mau bahwa kita harus bertemu dan disapa oleh hujan. Jalanan yang lumayan berkelok-kelok ini terasa banget buat aku dan Mboeli yang duduk dibelakang karena Simbah pakai Jeep kesayangannya. Hingga akhirnya sampailah kami ke Rumah Teh Ndoro Dongker. Lumayan ramai dan masih gerimis manja. Kamipun segera melangkah kaki kami untuk memasuki tempat tersebut dan kebingungan untuk mencari tempat. Ok, kesan pertama sampai tempat ini adalah mbeeeh sejuk banget dan berasa kayak dirumah sendiri. Bangunan rumah yang jaman dulu banget emang masih dipertahankan. Ditambah lagi halaman belakang dikasih semacam teras dan disamping halaman tertata bangku dan kursi yang beratapan payung-payung raksasa dengan rumput nan hijau. Sayangnya hari itu hujan dan menurutku kebersihannya kurang sip. Banyak tisu berserakan dibawah meja.hehehe ^^v
Wefie Time ^^v
Mie Rebus
Hampr semua menu makan kami, kecuali teh belum datang
Teh Jasmine adalah pilihan kami saat itu (kalo gak salah^^V)
Setelah mendapatkan meja yang berpayung dengan view kebun teh yang baru saja dipangkas habis kami mulai memesan minuman dan makanan. Minumannya tentu saja teh, karena itu menu andalan sini. Kami memilih untuk beli satu teko teh jasmine kalo gak salah dan makanannya aku memilih mie kuah, uli mie goreng, simbah dan patjar sop iga, iga bakar dan beberapa cemilan kayak tempe goreng dan singkong. Sambil menunggu pesanan kami tentunya kami narsis untuk foto-foto di beberapa spot yang photoable banget. Lagian pesenan kami lumayan lama dan sempat keliru juga. Maklum juga sih, hari itu rame banget. Dan setelah pesanan kami datang kamipun segera melahap makanan kami. Untuk makananku sih standar rasanya. Tempe goreng nya yang malah terasa enak,mungkin karena panas dengan cuaca yang dingin. Untuk tehnya memang juara dech. Untuk harga sih, masih bisa di bilang harga standar untuk resto.


If man has no tea in him, he is incapable of understanding truth and beauty
Mboeli Kiss
Prewed??
Nah setelah, makan, menikmati teh dan suasana di Rumah Teh Ndoro Dongker. Kamipun segera bergegas untuk kembali ke Solo untuk mengejar kereta terakhir kami. Simbah menganjurkan kami untuk memilih stasiun Balapan. Dan hari itu hujan mengiringi kami dari Karanganyar hingga stasiun. Perpisahan aku, Mboeli dan Simbah dan Isnaini juga berasa drama banget dengan hujan lebat waktu itu. Hihihi thanks banget mbah dan mbak patjar yang udah rela nganterin kami muter-muter Solo hingga Karanganyar. Kamipun segera menuju loket untuk membeli tiket. Berhubung keretanya masih satu jam lagi, kami sempat mampir toko di stasiun untuk beli amunisi buat di kereta. Selain itu sambil menunggu kereta kami, aku-nya narisnya dulu ya.hahaha...Pokoknya aku masih pengen dolan pake kereta. Aku kudu naik kereta yang lebih jauh lagi.hihihi...Kemana ya???

Wefie time di Kebun Karet
Nyari botolnya, keluar masuk***mart di Jogja gak nemu T_T
Kereta kami datang dan untungnya kami dapat tempat duduk. Di stasiun Purwosari kami bertemu lagi dengan segerombolan anak-anak muda serta bule tadi. Kereta tekahir Prameks minggu itu sangat penuh dan kami selamat sampai rumah.hehehe .. *sampai jumpa di cerita selanjutnya*^^v

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Punya tekad buat explore plus santai manja di ujungnya baratnya Indonesia, alamnya Indonesia Timur, lihat oppa-oppa langsung di negaranya, menginjakan kaki di daratan negara Penjajah Indonesia dan bakalan kolaborasi sama idola Aamiin ^^v.

2 komentar: