Mengejar Matahari di Bukit Moyeng Girimulyo

Me & Intan di Puncak Moyeng

Berawal dari sebuah kerinduan dan asa penasaran melihat momen matahari menampakan diri untuk hari yang selalu menawarkan harapan baru, akhirnya meminta patner piknikku yang bisa aku ganggu untuk bangun subuh. Tepatnya hari Sabtu, 11 Juni 2015 tahun lalu mengajak patner piknikku untuk ke Gunung Kukusan yang ada di Magelang cuma letaknya berada tak jauh dari perbatasan kebun teh Nglinggo, Samigaluh, Kulonprogo. Janjiannya sih jam habis subuh teng langsung cus. Cuma melihat semburat awan yang sepertinya sunrise tak lama lagi akan nampak, maka di tengah perjalanan kami memutuskan untuk menganti tujuan kami yaitu ke Bukit Moyeng.

View yang bakal kamu dapat di dari Puncak Moyeng 

Berhubung aku dan patner piknik kali ini gak tahu sama sekali ancer-ancer nie bukit, akupun mencoba untuk menghubungi Intan yang mana sudah pernah ke Bukit Moyeng ini. Untungnya Intan mau nganter gitu. Thanks you Intan ^^v.

Thanks sayangku Intan
Pertemuan dengan Intan juga gak begitu mudah, hanya berpatokan dari Kenteng Nanggulan ke barat arah Girimulyo, aku dan panterku jalan ajah terus sampai ke tanjakan yang cukup tinggi dan motor kami sempat gak kuat gitu. Mau tanya orang, pagi itu begitu sepi dan fellingku mengatakan bahwa kami ke blablasan, ya jadi kami memutuskan puter balik dan akhirnya ketemu dengan Intan juga. Jadi letak Bukit Moyeng ini jika dari perempatan Kenteng Nanggulan ambil ke arah barat atau ke Gua Kiskendo, Girimulyo. Habis itu akan ketemu pasar dan selanjutnya ada jembatan yang terdapat patung sapi. Nah, habis itu akan ada jalan setapak menanjak dengan cor semen di sisi kiri jalan. Jalan inilah yang akan mengantarkan ke Bukit Moyeng yang berada di belakang rumah warga.

Yah mendung, tapi nunggu nonggol aah

Walau mendung tapi dapat gini gak kecewa banget kan?

Thanks kalian, *patner saya gak mau eksis, jadi no name ya*

yeye akhirnya keluar juga
Kamipun memarkiran kendaran kami disekitar bukit yang terdapat banyak pohon duwet. Trekking menuju puncak bukitpun gak begitu lama, paling cuma 3-5 menit doang. Pagi itu hanya kami bertiga yang ada di bukit tersebut sampai ada sekolmpok nak muda laki-laki sekitar 4 orang yang menikmati pagi di bukit Moyeng. Tak salah memang kenapa, Bukit ini sering diceritakan Intan dan beberapa temanku kalau mau melihat sunrise di KUlon Progo. Yups, ketika kamu sudah sampai di puncak Moyeng, akan ada hamparan sawah yang terbentang dengan luas dengan background Gunung Merapi- Merbabu dan deretan bukit Pengunungan Menoreh. Sayangnya pagi itu lumayan mendung dan aku belum beruntung untuk melihat Merbabu-Merapi-Lawu. Jika cuaca sangat cerah memang Gunung Lawu akan menampkan diri bersama Merapi-Merbabu. Cuma hari itu gak terlalu kecewa banget kok. Soalnya pemandangan pagi itu yang mendung, aku masih bisa melihat matahari terbit bersama kota Jogja yang masih berselimutkan halimun yang tipis-tipis. Kami menikmati keindahan alam Moyeng ini sekitar kurang lebih 45 menit dan kami memutuskan untuk pulang.


Ditunggu sampai tinggi
Waktu pulang inilah, aku dan patner suka ada spontanitas dan kamipun berpisah dengan Intan dan mencoba jalan kampung yang terjal dan penuh kejutan. Kata patnerku sih, pantang pulang lewat jalan yang sama. Kurang sensasi katanya. Akhirnya perjalanan melewati jalan yang tak biasa ini, dia cuma mau pamer sebuah pemandangan yang dimana kalian bisa lihat persawahan dengan terasing yang hijau dan ada juga perkebunan tebu yang sedang berbungga. Yang sekarang lagi hist di instagram. Cuma beda ajah lokasinya tapi masih di daerah Girimulyo. 

keren kan, ini agak mblusuk
kebun tebu ini beda sama yang lagi hist
Piknik kami masih belum berakhir, karena kami mencoba mengunjungi sebuah tempat, cuma ceritanya disambung besok lagi ya.~missrisna^^v

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suka sama mie ayam, kuwaci lovers dan lagi butuh patner piknik yang suka motoin, bukan yang minta dipotoin ^^v.

2 komentar:

  1. waduh! jadi ingat, September 2015 aku ke sini tapi ceritanya blum aku terbitkan, :D
    yo besok Juli lah. Waktu itu pemandangannya coklat kering mbak. Eh, papan ptunjuk arah di jalan aspal tanjakan itu juga udah nggak ada ya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. waktu aku kesana gak ada papan petunjuk sama sekali mas, makanya akau tersesat. aseeeek...aku tunggu postinganmu mas ^^v

      Hapus