Menari Bersama Angin Pantai Selatan Jawa di Jogja Air Show


Terbang bersamaku
Tahu acara Jogja Air Show ini pertama kali di beranda facebook dan waktu itu mas Alan Nobi share poster Jogja Air Show yang merupakan event tahunan Jogja yang diadakan di Pantai Parangtritis, Pantai Parangkusuma dan Panatai Depok. Ya tahun 201 ini acara ini di agendakan pada hari Jumat - Minggu, 13 - 15 Maret 2015 di tempat yang sama seperti tahun lalu. Sempat mau kolaborasi bareng mas Alan tapi mas Alan mudik pulang kampung (mungkin lain kali ya  mas ^^V). Makin tertarik kesini gegera pertama dulu waktu ke Glagah ada yang latihan pake parasut tapi pake kipas gede gitu (aku tak tahu namanya) kedua karena infonya bakal bisa di ajak naik nyobain paralayang, gantole ataupun apapun itu. Makanya kali ini kudu berangkat ke Jogja Ai Show. Nyari temen atau patner aaah...
Menari bersama angin pantai selatan
Semua yang terbang jadi obyek foto pengunjung

Udah ngajakin yang sering ngadu ke aku kalau dolan mbok di ajak Na'. Tapi mereka rata-rata gak bisa (nah jangan salahkan saya lagi ya). Aku dah milih hari Sabtu dimana untuk pekerja kantoran Sabtu itu adalah weekend atau hari libur. Alhasil waktu itu yang bener-bener niat adalah Daru sang mancing mania. Kami janjian jam 1 dari rumah. Tapi berhubung Daru berhasil ngajak Aan jadi Daru jemput Aan dulu dan ketemu di Perempatan Bakulan. Ya hari Sabtu tanggal 14 Maret 2015 akhirnya aku sama Ichut yang udah pulang sekolah aku ajak nonton Jogja Air Show. Kami berangkat menuju Pantai Parangtritis dengan rute perempatan Sedayu ke selatan yang nanti Palbapang. Nah butuh waktu 45 menit untuk bertemu Daru dan Aan yang sudah menunggu kami diperempatan Bakulan. Ketika kami ketemu, malah sandal Daru jebol dan mengharuskan dia beli sandal yang pernah mengebohkan dunia maya yang dipakai artis korea itu (dilarang sebut merek soalnya). Nah Kamipun segera menuju Pantai Parangtritis. Setelah memasuk dari retribusi, kami sempat berdiskusi kamu kemana dan akunya bilang cari spot yang lumanyan bagus lah. Jujur ajah ini adalah kunjungan keduaku ke Pantai Parangtritis detelah 5-6 tahun yang lalu.

persiapan tempur
Berdoa sebelum bertanding
Kami berempatpun memilih untuk ke Bukit Parangendong, yang dimana sering disebut bukit paralayang Parangtritis. Ya karena dari bukit inilah lomba Paralayang dan Gantole melakukan start. Jalan menuju bukit Parangendong ternyata lumanyan wow juga.Soalnya waktu ditanjakan hampir sampai parkiran, ada mobil yang membawa peserta sempat berhenti di tengah tanjakan dan diikuti oleh motor Daru yang tiba-tiba gak kuat juga. Aku seh sempa dag dig dug der apalagi pake motor matic sekarang aku ekstra hati-hari kalau ke perbukitan atau pegunungan mengunakan matic. Nah setelah parkir dan membayar Rp 3000, kami jalan kaki menuju bukit yang hist ini. Tara ternyata banyak juga hari itu yang menyaksikan perlombaan Gantole dan Paralayang. Kami masih lihat sekeliling hingga akhirnya mendapatkan tempat yang lumayan pas spotnya. Soalnya bisa lihat juga peserta lomba Gantole yang sedang mempersiapkan alat tempurnya. Sudah ada beberapa peserta parang layang atau gantole yang menari-nari diudara bersama air laut siang menjelang sore itu.
Perjalanan menuju garis start

Siap terbang menunggu aba-aba

Mengabadikan
Ini ternyata acara mecahin rekor muri
Akhir dari lomba paralayang hari sabtu, 14 Maret 2015
Ada kegiatan panjat tebing ^^v
Di bukit Parangendog ini emang selain untuk start paralayang juga memiliki view yang keren. Kita bisa lihat garis pantai selatan dari pantai Parangtristis hingga ke barat dan pemandangan disebelah barat laut. Dari bukit ini juga kemarin dikasih tahu Daru tentang spot-spot ikan yang banyak, aliran dan ombak lautnya dan tentang angin laut. Ya aku dapat ilmu dari Daru sang mancing mania ini tentang pantai,laut, angin, alam dan ikan.hahahaha. Sayangnya hari itu sepertinya sunset akan tertutup awan mendung. Tapi dari ketingan bukit ini kita bisa menikati acara pemecahan rekor muri Jogja Air Show. Matahari mau pulang, kamipun segera turun untuk mengejar waktu supaya bisa foto-foto di Gumuk Pasir. Saat turun dari bukit parangendog ini cukup was-was juga dengan lagi-lagi motor matic. beeeh sensasi bikin cemas.hahaha. Tapi kami akhirnya sampai tepian pantai Parang tritis dan menyelusuri jalan pantai yang berada di Bantul ini menuju ke Gumuk pasir. Sampai disana lumayan sepi parkirannya tapi setelah kedalam ternyata banyak sesi foto entah foto person, duo, dan preweeding. Aku pun merasakan salah kostum untuk foto disini dan besok kudu balik kesini lagi. hahahahaha....walaupun thanks banget buat Daru dan Aaan yang udah sabar memnemani dan fotoin hasrat narsisku.hahahaha...

Gumuk Pasir Bantul yang hist itu
Intimidasi . thanks Aan udah motoin
Thanks 2 guide kece ini ^^v
Hari makin gelap, kamipun bergegas pulang dan masil melanjutkan dengan jalanan sepanjang pantai Parangkusuma ini, Hingga akhirnya sampai di landasan pacu pantai Depok yang merupakan titik utama acara Jogja Air Show. Masih rame hari itu dan pengin sejak menginjakan kaki tapi hari sudah gelap dan kudu balik. Kamipun segera pulang dan mampir kuliner dulu ke daerah kota Bantul. Thanks banget buat Daru dan Aan yang udah mau dolan bareng sama Miss Risna yang buta arah daerah Bantul. Jangan pernah kapok dolan sama miss Risna dan thanks ilmu dan keceriaan yang udah kalian bagi.hahahaha. oh ya ternyata untuk  yang ingin ikut naik gantole, paralayang emang bisa tapi harus membayar dengan nominal tertentu. Misal paralayang sekitar 350 ribu dan pesawat kecil atau apa itu sekitar 150 ribu. So ...sampai jumpa Jogaj Air Show tahun depan dan semoga miss Risna bisa mencoba olahraga udara ini ^^v.
patner doaln di Jogja Air Show 2015

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Punya tekad buat explore plus santai manja di ujungnya baratnya Indonesia, alamnya Indonesia Timur, lihat oppa-oppa langsung di negaranya, menginjakan kaki di daratan negara Penjajah Indonesia dan bakalan kolaborasi sama idola Aamiin ^^v.

4 komentar:

  1. kirain ikut terbang e mbak hehe

    BalasHapus
  2. In Syaa Allah tahun depannya mungkin mas.hahahaha
    kemarin lihat-lihat dulu.*ngeles

    BalasHapus
  3. Weh ceritanya udah keluar...ketinggalan nih...sory ya mbak kemarin ga bisa gabung...lagi menyendiri...hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha ... ini ajah baru kemrin bisa post. biasa nyari koneksi inet kudu ke kota. smg di lain kesempatan bisa kolaborasi mas

      Hapus