Pantai Nglambor, Tempat Mencuci Mata dengan Snorkeling atau Cukup Duduk di Bibir Pantai

Ini adalah sebuah cerita dimana miss Risna menikmati matahari tenggelam untuk terakhir di bulan Desember 2014 dan terbitnya matahari pertama di awal Januari 2014.Cerita yang nantinya akan menjadi kisah klasik untuk masa depan (minjem judul lagunya Sheila On 7).hehehe...Kali ini Allah mengijinkanku untuk menikmati pantai lebih lama dari biasanya bersama sahabat-sahabat dan teman-teman baru miss Risna. Pantai yang kami pilih adalah pantai Nglambor yang lagi hist karena bisa dijadikan spot snorkeling. Hist dan bikin penasaran karena yang kita tahu bahwa pantai selatan Jawa apalagi di Jogja, ombaknya begitu ganas dan terdapat beberapa palung laut. Jadi pantai ini sangatlah membuat penasaran orang yang suka snorkeling dan yang suka pantai seperti aku tentunya.

Kece banget yang nenda semalem gak ninggalin sampah loh ^^V *jempol dan kudu dicontoh*
Bagaimana cerita kami cari pantai ini, keseruan kami dan lain-lainnya. Mari simak ocehanku ^^v (kalau mau, gak mau juga gak papa kok ^_^).

Berawal dari rencana Nung untuk liburan ke Jogja pas liburan tahun baru, yang saat itu Nung juga binggung mau liburannya gimana di Jogja membuatku rada ikutan binggung juga. Bla bla bla ... masih muter-muter, hingga akhirnya aku waktu itu aku lagi browsing nyari pantai kece di Jogja yang bisa aku kunjungi sendiri untuk melepaskan kerinduanku akan deburan ombak. Nemulah nama Pantai Nglambor yang jadi trending topic bahwa pantai ini bisa untuk snorkeling dan penampakan Pantai Nglambor dengan orang snorkeling-pun jadi DP BBM aku. Alhasil waktu itu Nung langsung bilang kalau besok liburan di Jogjanya nge-camp di Pantai Nglambor bareng anak-anak I Class 08 ya. Langsung krik krik krik pas Nung bilang gitu.Soalnya pas aku browsing dan lihat di tayangan My Trip My Adventure, tekstur (kayak roti ajah nieh Na') pantai ini ini berbukit, pesisir pantainya gak luas karena langsung berhadapan sama tebing karang dan lahan datar atau landai cukup sedikit. But pada akhirnya si Om Adank (patner waktu ke Air terjun Luweng Sampang ini ceritanya) yang udah di ajak Nung juga bilangnya fix ok mau nge-camp di situ biar paginya ntar bisa snoerkling (sambil berdoa ada lahan datar buat mendirikan tenda.hehehe).Jelang hari H, Nung dan Adank memastikan sapa yang ikut dan barang apa saja yang dibawa. Ntah aku emang type terlalu selow banget buat gak ribet plus nyaris cuek plus kadang terima beres juga ding,hehehehe atau emang aku kudu belajar lagi kalau mau nge-camp/traveling 1 night 2 day tuh kudu siap-siap dengan seabrek barang bawaan ini itu. Ya waktu itu Nung dan Adank membagi list barang yang kudu bawa apa ajah untuk kebutuhan disana. Setelah semua nyaris kelar, tinggal nunggu si Nung dari Jakarta dengan keretanya.

Semburat jingga di akhir tahun 2014
Rabu, 31 Desember 2014
Notif BBM udah ngabari kalau Nung sudah nyampe Kebumen, antara sadar tidak sadar dan masih males beranjak, aku bilang kalau tempatku masih gelap dan aku gak berani menuju stasiun Wates (jelas gelap lah Na', jendela kamar belum kamu buka plus kamu sembunyi di balik selimut). Tak selang berapa lama takut Nung-nya nunggu lama kasihan, akupun melajukan motor menuju stasiun.Ternyata Nung belum belum sampai hingga selang sekitar 20 menit barulah melihat sosok Nung. Kamipun segera menuju rumah bapak ibuku, sesampai di rumah aku bilang sama Nung buat istirhat dulu ajah ntar kita berangkat ke pantainya rada siang atau sore ajah. Hanya saja waktu itu Adank bilang gimana kalau berangkat jam 10, cuma rayuan kami akhirnya berangkat habis Dzuhur ajah. Kami sempat kontak anak-anak kos (anak I Class 08 mereka hampir satu kosan yang masih di Jogja) pada ikut gak? tapi responnya meraka bilang ke untuk datang ajah ke kos. Emang bau-baunya kalau gak digedorin pintu kos mereka atau di datangi pasti mereka gak jadi ikut atau entar ngaretnya jauh banget. Alhasil aku dan Nung berangkat jam 11 biar bisa ngobrak-abrik anak-anak yang lain suapaya ikutan. Nung dan akupun segera packing untuk keperluan kami disana dan langsung capcus menuju kosan anak-anak. Sempat berhenti depan Rumah Sakit Akademik UGM karena Nung ngajak temen satu kantornya yang asli Jogja, Ihsan namanya ikutan acara camping di pantai ini. Plus mampir ketempat omku buat ngambil tenda dan langsung cus ke daerah Maguwoharjo.

papan petunjuk menuju pantai Nglambor
Sesampainya kami di sebuah rumah yang dari patung elang stadion Maguwo ke timur gang kedua belok kiri dan seterusnya, yang kami dapati adalah muka bantal dengan berbagai aktivitas. Terjadi tarik ulur sapa yang mau ikut atau berangkat barang aku, Nung dan Ihsan. Hingga akhirnya sebuah traktiran makanan sepet saji mendarat siang itu dan sebuah keputusan bahwa Rozy ikutan rombongan aku, Nung, Ihsan dan Adank. Sedangkan Lilik nunggu Andre yang jam 2 siang baru on the way dari Purwokerto, Andri yang nunggu kabar dari nyonyah jadi ikut apa gak dan Aden yang hanya jadi follower. Kami berempatpun melajukan motor kami menuju jalan Wonosari karena Adank sudah menunggu kami sedari tadi. Setelah kami bertemu Adank dan isi bensi dulu, di sini aku udah firasat sama ban motor belakang yang aku bawa. bakal rewel dech dan benar saja ketika kami berada di jalan menuju Nglanggeran Rozy udah bilang kayak bocor dech Na'. Untung ajah tak begitu jauh udah ada bengkel. Setelah selesai nambal, kami melanjutkan perjalanan kami menuju pantai Nglambor yang arahnya sejalur dengan pantai Siung. Sebelum masuk jalur pantai tepatnya sebelum bunderan kami mampir dulu ke swalayan untuk membeli kebutuhan. Tara ternyata yang mau menghabiskan hari terakhir di bulan di Desember ke obyek wisata Gunung Kidul sangat banyak. Di depan swalayan ini ajah banyak terparkir sepeda motor dengan barang bawaan hampir sama semua. Belanja udah, tinggal lanjut lagi dan firasatku akan ban motorku kembali datang. Tara perempatan lampu merah menuju  pantai Baron fix bannya bocor lagi dan akhirnya Rozy bilang untuk ganti ban dalam ajah di bengkel dekat lampu merah (thanks binggit ya Rozy untuk pertarungannya dengan ban motorku^_^).

Ini ternyata temen-temenya Adank
Selang sekitar 15 menit kamipun segera melajukan motor kami dengan cepat karena takut tak dapat tempat. Jalanan menuju pantai udah ramai walaupun belum sampai macet. Kamipun dari pertigaan sebelum arah Baron ambil kiri menuju kecamatan Tepus. Jadi jalan menuju pantai Nglambor ini sama persis sama dengan jalan menuju Pantai Siung berada di Purwodadi, Tepus, Gunung Kidul. Tenang ajah sekarang pemerintah Gunung Kidul udah pasang papan petunjuk untuk menuju pantai-pantai di Gunung Kidul di persimpangan jalan. Lagi-lagi kami berhenti karena Adank mau ngabarin temannya yang nyusul. Bahkan Adank sempat balik lagi waktu kami sudah masuk TPR Pantai Siung demi sebuah sinyal untuk ngabari teman-temannya (ayo para provider jamahlah pesisir pantai Gunung Kidul dengan sinyalmu, walaupun tujuan wisata itu harusnya no smartphone biar lebih berasa wisatanya). Aku, Rozy, Nung dan Ihsan pun menunggu di tepi jalan masuk pantai Nglambor yang masih belum di aspal maupun di cor semen (Pantai Nglambor dari TPR berada ditengah-tengah pantai Siung dan Jogan). Kami berempat sempat ketemu rombongan dua motor, 2 cewek dan 2 cowok yang berhenti juga di dekat kita kayak lagi nunggu temen. Sempat aku tanya tapi sepertinya tak terdengar suara merduku hingga akhirnya mereka cus ke Pantai Nglambor dan ternyata orang yang aku sapa tadi emang temannya Adank dengan nama Ade, Ali, Febri dan Endang (dapat temen baru lagi ^^v).

Jalan menuju bawah pantai Nglambor, jalan masih belum aspal/cor jadi ekstra hati-hati
Selesai kami memarkiran motor kami yang dijamin aman oleh tukang parkir yang merupakan warga sekitar juga kami pun segera mencari lokasi pendirian tenda. Jalan menuju bawah atau dekat pantai belum aspal dan lumayan curam dengan batu-batu gitu. Jadi kalau gak yakin parkir di atas ajah terus jalan kaki dah. Hehehe... Ketika kami melihat penjuru pantai Nglambor hampir semua lahan landai udah dipenuhi oleh orang-orang yang akan mendirikan tenda. Adank dan Ade pun berinisiatif untuk melihat bukit yang berada di barat soalnya yang di timur katanya ada monyetnya. Selama mereka survey tempat, kami juga cari tempat di bawah dan dapat. Hanya saja kami tak langsung mendirikan hanya menempatan barang saja untuk jaga-jaga kalau Adank dan Ade gak dapat lahan di puncak bukit. Antisipasi kami ternyata berguna karena kata Adank yang diatas bukit udah di patok sama orang alias udah dipesan orang yang kemungkina tadi udah survey dulu sebelum kami. Gak masalah juga gak dapat di atas bukit di tempat yang kami dapat ini juga udah cukup untuk 3 tenda. Kamipun segera mendirikan tenda kami yang dibagi menjadi tiga kelompok. Berhubung aku dah familiar sama tendanya Ulfa jadi gak butuh waktu yang lama terus bantu tenda lain yang belum berdiri. Cukup lama juga kami mendirikan tenda, hingga akhirnya berdiri dan kami segera memasukan barang-barang kami plus menyiapkan makan malam kami. Ade, Nung dan Ihsan ke toilet untuk bersih-bersih dan nyuci beras karena disitu satu-satunya sumber air tawar yang kami tahu. Sedangkan yang lainnya nyiapin yang lain seperti nyiapin kompor, bikin bara api untuk bakar ikan dan menghangatkan badan.

Mari bakar tenda eh ikan maksudnya
Ternyata teman Adank masih ada yang nyusul, yaitu Arif dan Sugi maka Ade dan Febri pun menjemput mereka di parkiran atas. Alhamdulillah ketemu dan segera bergabung untuk makan malam. Walaupun mereka juga masih dapat repotanya masak. Heheheh... Hidangan malam itu adalah Ikan bakar bumbu sambal terasi dan nasi putih. Kamipun makan bersama-sama dan ditengah kami makan tenyata Simbah (Astona yang waktu itu loh patner waktu ke Kalibiru dan Dieng) yang diantar sama bapak yang emang jaga Pantai Nglambor malam itu dengan mengatr Simbah satu persatu ke tenda (Makasih ya Pak). Sayang Simbah gak kebagian ikan bakar kami, padahal Simbah langsung dari kantor waktu itu. Maafkan kami Mbah ^^v. Setelah selesai makan, kamipun berbincang-bincang satu sama lain dengan mengelilingi api unggun yang kami buat. Aku ntah kenapa waktu itu berasa ngantuk banget cuma gak tega ninggal mereka tidur dan mereka bilang juga nanggung Na'. Bentar lagi dah mau jam 00.00. Hahaha... bagiku mau jam 23.58 atau 00.00 kalau udah ngantuk ya ngantuk. Tapi pada akhirnya tetap melek mata ini gegara yang ada di atas bukit udah nyalain kembang api, padahal belum jam 00.00. Sontak para penunjung Pantai Nglambor yang bermalam waktu itu pada sorak-sorak dan berakhir dengan perang kembang kembang api. Entah dari bukit ke bukit atau yang ada di bawah bukit deket pantai. Satu hal yang aku rasakan, aku tak menikmati acara kembang api ini. Pandangku lepas ke lautan lepas dengan awan hitam saat itu. Ntah kenapa setiap di pantai aku selalu melihat arah itu dan waktu itu seakan mereka marah (Bukan lebay ya, emang kadang aku terbawa akan dengan suasana alam yang kadang orang tak memperhatian atau aku terkadang terlalu memikirkan itu T_T) dan sepertinya emang bener langit marah. Karena setelah kembang api terakhir langitpun menghujani kami dengan air yang lumayan deras yang membuat semua orang masuk tenda atau mencarai tempat untuk berteduh.Tiba-tiba dalam keramaian hujan itu suara Lilik memecahkan suara hujan. Ya akhirnya Lilik, Andre, Candra, Aden dan sang pacar Cindy namanya dan Andri dan sang nyonyah Rahma namanya benar-benar nyusul kami. Nyonyah Aden dan nyonyah Andri bergabung dengan tenda yang dihuni aku dan Nung. Kamipun kenalan dulu lah, soalnya selama ini hanya tahu mereka dari sang pacar mereka atau anak-anak. Hari semakin larut ternyata tak membuat mata kami terpejam karena dinginnya guyuran hujan pertama di tahun 2015. Tapi akhirnya aku bisa memejamkan mata walau tak nyenyak karena kau sadar kalau aku nglindur (hal ini dibenarkan sama Rahma yang nangepin aku waktu nglindur). Hahaha... iya aku mimpi waktu itu gempa datang dengan badai di laut kayak di film-film gitu. Zzzzzttt...banget kan?

Matahari terbit di tahun 2015 dari Nglambor yang bisa lihat Pantai Siung
Kamis, 1 Januari 2015
Aku pun terbangun gegara kalau gak salah waktu itu dibangunkan sama bapak-bapak yang menarik dana kebersihan dan tenda sebesar Rp 15000. Masih setengah sadar dan tidak sadar akupun membuka tenda dan melihat pemandangan kalau Lilik, Candra dan Rozy tidur diluar tenda sedang di foto sama Andri. Pagi itu cukup dengan sikat gigi dengan air mineral bersama Ade dan lanjut ke atas bukit bersama Nung, Cindy, Rahma dan Adank. Dari atas bukit di sebelah timur Pantai Nglambor ini, aku melihat matahari terbit pertama kalinya di tahun 2015 walaupun malu-malu tertutup mendung. Dari bukit ini juga kita bisa lihat Pantai Siung loh dan sepertinya lebih banyak yang camping di Pantai Siung. Hanya saja aku berpesan untuk hati-hati karena bukit ini curam atau lebih tepatnya sampingnya udah jurang dengan air laut.Setalah cukup narsinya. Kamipun kembali tenda dan mencoba menikmati sarapan seadanya pagi itu (bekal kami ternyata kurang.hahahaha). Ketika kami sedang menyiapan sarapan ternyata Aden dan Cindy pulang duluan karena Cindy demam. Kata Nung dan Rahma emang pas di tenda tadi malam Cindy udah batuk. Ternyata daku kurang peka ya ..aku satu tenda tapi gak tahu. Terlalu lelah mungkin diriku. Maafkan daku mbak Cindy, semoga lekas sembuh (iki ora lebay tapi mendoakannya). Akhirnya air panas untuk menyedu pop mie ada juga. Kamipun berbagi untuk banyak orang, inilah nikmatnya kebersamaan walaupun tak bisa di pungkiri masih sangat lapar.

Pemandangan pertama kali keluar tenda di pagi 2015
Pagi hari di tepi tebing pantai Nglambor

Pagi di awal tahun 2015

mau sarapan ajah narsis dulu
Selesai makan kamipun minus temen-temennya Adank yang udah duluan menikmati sudut-sudut Pantai Nglambor  turun ke pantai untuk menyusul Nung dan Ihsan yang dari tadi tak terlihat plus pengen snoerkling juga. Jalan menuju pantai ini cukup licin karena tadi malam di guyur hujan. Selain licin juga lumayan curam tapi udah ada pegangan bambu. Sesampai di pantai kami tak melihat Nung dan Ihsan. Kamipun memutuskan untuk main sendiri ajah dah, toh mereka udah gedhe.hahaha. Awalnya yang main air cuma aku, Rozy dan Simbah tapi akhirnya Rahma dan Andri termakan oleh kenikmatan kami bermain dengan ombak pagi Pantai Nglambor. Jujur ajah dari semua pantai Gunung Kidul, baru Pantai Nglambor lag yang akhirnya membuatku untuk bermain basah-basahan dengan ombak. Kami sempat nyari yang nyewain alat snorkeling tapi gak nemu-nemu akhirnya kami lihat dengan mata telanjang ajah udah kelihatan loh. Ikan-ikannya lucu-lucu dan lumayan banyak. Cuma buat kalian yang udah terbiasa atau udah pernah snorkeling di laut-laut Indonesia Timur jangan berekspetasi kalau keindahannya sama plek sama perairan Indonesia Timur. hehehe...Cuma bagi aku yang belum bisa menikmati snorkeling di Bunaken, Raja Ampat dll ( semoga tahun ini Allah mengijinkan dan memudahkan untuk datang dan tinggal sejenak di alamnya Indonesia timur sana. aamiin) cukup memuaskan dan bisa untuk mengobati lah.hehehe...Soalnya banyak kelasi kesempatan lihat ikan warna-warni berenang di sekeliling aku tanpa mereka takut padaku.hahaha.. Cukup lama kami berlima memain air dan bertempur dengan ombak Pantai Nglambor pagi itu. Sayang empat pria yang beralasan gak bawa baju ganti hanya dudu ditepi pantai sambil mata piknik ke pengunjung yang menurut mereka enak buat nyuci mata mereka.Hahah... Soalnya kelihatannya motoin aku dan aku sudah bergaya. Eh ternyata obyeknya berada dibelakang aku.

suasana bibir pantai Nglambor pagi itu
yey kami power ranger yang lihat ikan warna warni di pantai Nglambor

Yang atas kalap lihat lau yang bawah sok idih gak mau kena air
kelakuan bocah satu ini

kami dan pantai Nglambor

Nglambor, pantai yang membuatku menyatu dengan ombak
Yeah ... aku puas main airnya dan para empat cowok tadi udah pengen pulang. Kamipun kembali ke tenda dan ternyata Nung dan Ihsan udah di tenda. mereka ternyata jalan-jalan berdua. Aku dan Rahma segera ke kamar mandi untuk ganti baju dan bilas. Mbeeeh antrianya keren banget, panjang. Gak usah heran karena Pantai Nglambor ini baru aja di buka dan fasilitas MCK baru ada satu dengan dua kamar mandi/wc. Bersabarlah ketika banyak penunjung ketika liburan begini. Selama menunggu antrian aku dan Rahma ngobrol-ngobrol. Emang bener kata anak-anak, Rahma emang bocor booo... Ada ajah topik yang dibahas,hahahah... Rahma kapan-kapan kita sambung cerita kita.hahaha...Ketika kami sudah selesai mandi dan ganti baju, ternyata tenda sudah dirubuhkan dan temen-temennya Adank (Ade,Ali, Arif, Sugi, Febri dan Endang) udah pada pulang duluan dan tak sempat berfoto bersamaku.hiks hiks hiks...Aku pun segera packing barang bawaan aku. Tenda-tenda sekitar kamipun sudah meninggalkan Pantai Nglambor dan kami menyusul mereka meninggalkan pantai Nglambor. Perjalan pulang kami diwaranai kemacetan dan ujan yang cukup deras. Thank you so much guys untuk cerita di awal tahun ini. Kebersamaan ini semoga akan terus ada. Terima kasih Pantai Nglambor untuk ceritanya awal tahun 2015.xoxo

Ini teman-teman yang belum sempat foto bersama
Thank you so much I Class 08 atas kebersamaan


*Note untuk disendiri*
Tulisan ini diparagraf ini aku persembahkan untuk diriku sendiri dan permintaan maafku untuk Pantai Nglambor dan komitmen yang telah aku buat (buat Babang Hamish juga yang tiap tayangan #MTMA selalu bilang "Buang sampah sembarangan itu gak asyik" dan selalu marah ketika lihat orang buang sampah sembarangan. Maafin miss Risna ya babang Hamish >.< ):
Ketika aku akan meninggalkan pantai ini dan berjalan menuju parkiran bahkan sampai saat ini ada perasaan yang gak enak banget. Kayak sebuah perasaan marah dengan diri sendiri, gensi dan rasa sangat bersalah. Yups ... hari itu, awal tahun 2015 ini aku menginggalkan sampah di Pantai Nglambor. Waktu mau ke kamar mandi sebenarnya udah sebagian aku bersihkan dan aku buang di tempat sampah yang disediakan yang tempatnya pun udah penuh sampah. Hanya saja waktu aku kembali dari kamar mandi sampah masih banyak ternyata. Sempat ingin membersihkan karena sampah itu ada dilingkungan tenda yang aku tempati tapi entah setan atau apa yang memberdaya aku waktu itu untuk acuh dengan sampah berserakan itu. Plus sebuah kalimat yang aku dengar "udahlah dikumpulin ajah disitu, toh kita udah bayar dana kebersihan", jujur waktu itu rasanya tangan udah gatel tapi maafkanku ion negatif lebih menguasai diriku untuk mengiyakan kalimat itu. Sepanjang perjalanan dan melihat tempat-tempat yang tadi  berdiri tenda dan melihat tempat itu bersih dari sampah. Hatiku makin merasa bersalah tapi tak mengerakan hatiku dan syarafku untuk balik menuju tempat yang ada sampah tadi untuk aku bersihkan. Maafkan aku Pantai Nglambor, telah ninggalkan sampah berserakan ditempatmu. Rasa bersalah ini akan jadi alarmku untuk tak lagi mengulangi menginggalkan sampah dimanapun aku dolan.Maaf ya !!! (besok lagi bawa plastik gedhe kosong untuk sampah ya Na' atau kalau kalian melihatku buat sampah sembarangan tegurlah aku ^^v)

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Punya tekad buat explore plus santai manja di ujungnya baratnya Indonesia, alamnya Indonesia Timur, lihat oppa-oppa langsung di negaranya, menginjakan kaki di daratan negara Penjajah Indonesia dan bakalan kolaborasi sama idola Aamiin ^^v.

12 komentar:

  1. udah rame ya sekarang...dulu masih sepi banget waktu aku kesini...tempat yang indah untuk menikmati sunrise...hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. maklum pergantian tahun juga mas ... ini sepertinya sebgaian mutahan dari pantai siung. Soalnya pas nunggu di jalan menuju pantai nglambor banyak yang udah ke pantai siung terus putar balik ^^v.sayang kemrin sunrise nya malu-malu

      Hapus
  2. Sukses berjaya mbak risna mantap 1 januari di tepi pantai hehehe...

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha ... sukses berjaya ? Aamiin. hehehe

      Hapus
  3. wiiih pantai nglambornya mantap sekali mbak :) dokumentasinya lengkap.sukses ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya makasih mbak ucu.namanya lucu bingiiiit ^^v. thanks udah mampir blogku

      Hapus
  4. Salam,
    Jika mau snorkling berapa sih harga nya?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terakhir teman saya kesana 50ribu perorang mbak. tapi untuk jelasnya coba ke twitter @PantaiNglambor

      Hapus
  5. Kak, kalo mau camp disana dibibir pantai kah ?

    BalasHapus
    Balasan
    1. di tanah lapang, bawah parkiran yang bawah. bibir pantainya gak luas. soalnya ini pantai di apit tebing.

      Hapus
    2. Kalo ngecam pakai mobil ada parkirnya gak mbak

      Hapus
  6. Komentar ini telah dihapus oleh administrator blog.

    BalasHapus