Liburan Keluarga ke Pantai Gua Cemara


Kali ini isi di playlistku buat nemenin ngetik lumayan bervariasi jadi gak bisa disebutin satu-satu ^^v.Setelah mengumpulkan mood dan memaksaan diri buat nulis cerita untuk mengisi blog tertjinta ini, akhirnya aku memutuskan untuk menceritakan sebuah liburan kemarin bareng keluarga besar dari Ibu.(Late post bingiiit seh tapi gak ada salahnya untuk berbagi...)
Miss Risna at Goa Cemara Beach
Awal dari cerita ini adalah ketika Pak Lekku yang udah bilang bahwa tahun liburan tahun ini gak akan ada acara jalan-jalan, terus di sambut sama adik-adikku dengan sorak sorai kekecewaan (hiiiissshhh lebay yakin ...^^v).Nah para dolaners dipastikan 100% kecewa dong (termasuk aku), tapi selalu ada jalan ke Roma atau lebih tepatnya slalu ada jalan buat muter otak gimana bisa liburan bareng-bareng. Sehingga tercetuslah kalau liburan lebaran tahun ini terpusat sama membahagiakan Simbok (Nenek aku dari Ibu). Sempet gak di-acc cuma terkadang proses demokrasi dengan kata mufakat yang mayoritas adalah suara anak-anak yang suka dolan maka hasilnya adalah liburan ke Pantai Goa cemara yang lumayan rindang untuk duduk sambil menikmati angin pantai dan gemuruh ombak pantai selatan.

Nah untuk menuju Pantai Goa Cemara kami di bagi 3 Tim, pertama adalah Tim Mobil 1 (memuat Simbok, bapak-bapak dan ibu) Tim Mobil 2 (memuat Bapak-bapak, ibu dan anak-anak kecil) dan Tim terakhir adalah para Riders ( Aku & Ichut, Mbak-Mbak dan 2 adik laki-lakiku).Untuk Rute kami melewati Srandakan soalnya mau susur jalan pantai selatan Bantul dari Pantai Baru, Kuwaru (mau lihat kincir anginnya), baru menuju ke pantai Goa Cemara. Nah berhubung kemarin adalah liburan lebaran dipastikan semua tempat wisata pasti ramai. Kamipun sempat kebingungan cari lahan parkir untuk yang motor. Tapi untung ada petugas parkirnya.
Yeah kami diataran puluah motor
Atap Gua di pantai Gua Cemara

Pantai Goa Cemara ini memang sangat rindang karena banyak di tumbuhi pohon cemara dan ketika menuju pantainya pohon ini seperti membentuk gua makannya di sebut Pantai Goa Cemara. Beberapa spot di pantai ini cocok untuk dijadikan spot foto pre-weeding. Fasilitas yang ditawarkan pantai inipun cukup komplit. Dari toilet, warung makan, pasar, panggung hiburan dan yang paling keren adalah di pantai ini terdapat pembudiyakan kura-kura. Sayangnya dua kali kesana belum sempat ke tempat pembudiayan tersebut yang berada di sisi barat.
Ingaaat !!! jangan jadi korban berikutnya
Nah kembali ke piknik keluarga tadi, setelah lihat sekitar untuk mendapatkan spot gelar tikar, akhirnya kami menuju ke rimbunan pohon cemara yang dekat pantai. Biar bisa lihat pantai sambil duduk tanpa kepanasan. Setelah beberapa kali pindah spot akhirnya kami menemukan spot untuk melebarkan tikar kami. Simbok, ibu, bapak, pak lek, bulek dan beberapa adik sepupu segera menuju bibir pantai tapi gak sampai menyetuh air lautnya. Soalnya saat kami menuju ke pantai sudah ada spanduk lumayan gede yang berisi peringatan dan beberap nama korban yang terseret ombak ombak di pantai Goa Cemara ini. Dan hal yang bikin merinding adalah "JANGAN SAMPAI ADA KORBAN BERIKUTNYA !!!". Jangan pernah kalian abaikan peringatkan ini karena pantai Goa cemara ini emang tekstur pantainya lumayan curam dan seperti yang udah kita ketahui bahwa ombak pantai selatan emang gede bingiiit cyyiiin. Apalagi ada beberapa titik pantai selatan yang memiliki palung laut. Jadi berhati-hatilah dan jangan ngeyel kalau diberikan peringatan sama petugas SAR atau polisi laut.
Pohon Cemara  yang ada di pantai
Bibir pantai curam..jadi harus ekstra jagain anak-anak yang main ya
Taraaaa Yanto Wiyadi Fams
Yang berbeda dari liburan lebaran tahun ini dibanding liburan tahun lalu adalah kami bawa bekal dari rumah jadi kagak beli di rumah makan yang telah tersedia. Ya makan rumah banget dan rasanya lebih enak daripada beli diwarung. Kagak percaya ??? buktinya semua bekal ludes tanpa sisa. Jadi bekal yang kami bawa adalah ayam bakar, trancam (makan favorit gueeeh bangeeet ^^v) dan sambel tentunya. Mbeeeh nampooool cyyyiiiin !!! Ditambah kami makannya gak pakai piring tapi pakai daun piasang jadi rasak nikamat itu begu terasa menyatu dengan alam dengan suara gemuruh ombak yang begitu syahdu (hiiiissssh mualai lebaynya). Satu hal lagi jangan lupa buanglah sampah yang kalian bawa ke tempat sampah yang udah ada dibeberapa titik pantai Goa cemara. Jangan males ya buat jalan ke tempat sampah.
Ekpresi kami ... ayam bakar dan trancamnya nampoool
Simbok ( Simbah Putri kami)
Slalu buang sampah pada tempatnya

Menara Mercusuar dari Pantai Goa Cemara
Penjual sayur mayur masih seger loh

Tak terasa dipantai Goa cemara ini udah mulai siang dan panas. Setelah selesai makan dan narsis timbulnya kebosanan untuk segera pindah ke spot yang lain yang pada akhirnya kami memutuskan untuk kembali ke tempat parkir. Tapi berhubung suara dolanner para anak-anak masih belum terpenuhi maka munculnya ide licik (bahasanya jan ... miss risnaa) untuk menambah satu obyek lagi asalnya Simbok mau (syarat dari para tetua). Hingga kami mencoba membujuk Simbok dan kami mengakhirnya kunjungan kami di Pantai Goa cemara dan menuju ke "Piye Kabare? Ijih enak jamanku to"
Team Motoran
*Liburan ini minus Keluarga Bulek Jum&Suami, Anton&Keluarga dan Wanda&Yova. Semoga masih ada waktu piknik yang komplit semua. Aamiin  

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suka sama mie ayam, kuwaci lovers dan lagi butuh patner piknik yang suka motoin, bukan yang minta dipotoin ^^v.

3 komentar:

  1. wah seru juga y mbak liburan sama keluarganya hehe, kalo saya mah jarang bsia rame" gt...mantap dah ke goa cemaranya hehe, kalo dan nemu penyu di situ kabar" y mbak hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. hahaha...ini juga baru bisa lebaran tahun ini, biasanya cuma cucu-cucnya saja

      Hapus
  2. bisa buat refrensi jalan". :)

    BalasHapus