Ketika Berteduh di Museum Gula Gondang Winangoen Klaten

Klaten ... oh Klaten, kenapa dari awal aku bertemu kamu selalu saja tentang pernikahan. Ya...pertama kali aku berkunjung ke kabupaten Klaten ini adalah untuk menghadiri sebuah resepsi pernikahan temen mbakku dan semua itu berlanjut sampai terakhir kemarin. Hal ini membuat aku lumayan sedikit tahu beberapa wilayah di Klaten. Walaupun gak cuma jagong manten ajah seh, pernah ke rumah temen bahkan sempat tersasar waktu dolan ke Gunung Kidul yang berakhir di Klaten. Nah walaupun sudah tahu beberapa daerah di Klaten, aku masih belum bisa menikmati wisata di Klaten  itu apa.
Museum Gula . Photo by Google Image
Akhirnya Allah menjawab kegalauku akan Klaten ini, ketika aku berkesempatan menghadiri salah satu hajatan pernikahan (lagi) di minggu pertama bulan Mei. Ya berawal jalur pulang yang main perasaan akan jalan pulang akhirnya membawa aku dan mbakku untuk beristirahat sejenak menikmati sebuah banguan tua yang sering akau lihat ketika aku berkunjung ke Klaten. Ya ... mereka menyebutnya Museum Gula Gondang Winangoen. Tempat ini berada di jalan provinsi Solo-Jogja yang tepatnya ada di Desa Gondang Baru Kecamatan Jogonalan Kabupaten Klaten.
Kereta Uap. Photo by Google Image
Kamipun segera memarkiran motor kami dan sejenak kami istirahat di sebuah gazebo yang tersedia di kawasan museum ini. Waktu itu banyak para muda-mudi ataupun keluarga yang berkunjung di situ. Nah ketika di gazebo tersebut kita bisa menikmati bebrapa banguan tua yang masih terawat dan lokomotif tua yang emang sengaja dipanjang di kawasan museum ini. Nah tentu saja hal narsis itu tak terlewatkan dan perhatian kamipun tertuju atau lebih teringat dengan kereta tua yang masih sering melintas di kawasan museum ini. Hal ini membuat kami penasaran hingga akhirnya kami tanya dengan pak satpam bahwa kereta tua / kereta uap tersebut bisa di naiki tanpa syaat minimal. hehehe...
yeaaaah...narsis
Dan hal ini membuat kami melangkah kaki kami untu menuju loket kereta uap. Hanya saja sempat terhenti ketika ada sebuah komplek khusus yang dimana disitu banyak lokomatif kereta tua dan beberapa peralatan pabrik di sebuah pelataran rumah tua. Ternyata itu lah museum gulanya. Hanya saja waktu itu loket kosong tidak ada penjaganya dan museumnya terlihat sepi.Hingga akhirnya kami melanjutkan untuk berjalan ke loket kedua.
Mejeng di teras

Suka sama pintu-pintu tua

Sesampai diloket kedua mbakku ternyata lebih memilih untuk ke museum gulanya. Soalnya namanya aja museum masak gak ke museumnya. Nah akhirnya kami menginjakna di halaman rumah dengan arsitektur masa lampau tersebut. Sesungguhnya museum ini keren soalnya ada perpustakaannya juga. Hanya saja aku melihatnya museum ini tidak begitu terawat. Sepertinya jarang dibersihkan dari debu-debu. Dan pencahayaan ruang yang bagian dalam kurang. Nah jadi kami begitu ragu untuk keliling.Heheheh...hingga akhirnya kami hanya narsis di teras museum dan halaman museum.Oh ya tiket masuk untuk ke museum sangatlah murah yaitu 5000 rupiah saja. Hanya saja kunjungan ke museum gula ini kurang karena kami tidak jadi naik kereta uap untuk mengelilingi pabrik gula ini. Sayang banget...

With my sister at Museum Gula
Akhir kata tentang perjalanan ini sebenarnya hanya sedikit masukan saja untuk pengelola. Setidaknya ada perawatan rutin untuk museumnya. Sayang banget kalau perawatan seperti membersihkan debu, mengecek lampu, ataupun membersihkan kaca ataupun jendela tidak rutin. Karena jujur saja aku rada takut untuk masuk museum tersebut lebih dalam.hehehe...Soalnya hal ini terlihat berbeda dengan komplek wisata yang masih ada di pabrik gula tersebut bagian wisata park seperti ada outbond dll. Soalnya sayang banget, karena yang aku baca di inet kalau museum ini adalah museum gula satu-satunya di Asia  Tenggara. Pesenku masih sama buat para dolaners : Buang sampah ditempatnya, jangan meninggalkan jejak sedikitpun ( baca " pernah datang kesini" ya tulisan aneh), jangan mengambil apapun itu biarkan tetap terjaga. Karena kalau bukan kita yang menjaga siapa lagi. ^_^V
Fokusnya ke lampu ya...hahaha

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suka sama mie ayam, kuwaci lovers dan lagi butuh patner piknik yang suka motoin, bukan yang minta dipotoin ^^v.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar