Menelusuri Keindahan yang Tersembunyi di Pengunungan Menoreh

Arumy dan Uli narsis di hamparan pohon teh

Akhirnya sedikit demi sedikit aku menemukan surga-surga yang Allah sembunyikan di Pengunungan Menoreh. Pengunungan yang memisahkan Kabupaten Kulon Progo dengan Purworejo (sebelah barat) dan Magelang (sebelah utara) ternyata menyimpan potensi wisata alam yang begitu indah dengan suasana perkampungan yang saat nyaman, tenang dan ramah. Yuppy ... Minggu, 8 Desember 2013 akhirnya aku menginjakkan kaki aku lagi di daerah Samigaluh. Berawal dari rencana yang tertunda-tunda terus akhirnya Arumy berhasil menyatukan waktu kami (aku, Oeli, dan Dian), tujuan kami pada awalnya adalah Kebun Teh yang ada di Desa Nglinggo saja. Tapi berhubung pernah baca referensi dan kata teman gak cuma Kebun Teh ajah jadi kami pun nyeleweng juga ke Tanah Misi dan Grojogan Watu Jonggol. Dan ... Let's Go !!!

Pertama yang kami tuju adalah rumah Arumy dulu baru menuju jalan Samigaluh dan sepanjang perjalanan ini ajah kami udah dihadiahi pemandangan yang luar bisa oleh alam raya ini. Pegunungan, Merapi dan Merbabu yang malu-malu melihatkan dirinya, suara jangkring, sungai-sungai dengan bebatuan dan gemericik air yang syahdu. Ah pokoknya buat yang sumpek dengan daerah perkotaan tempat ini bener-bener pelepas semua kepenatan. Kami pun berhenti sebentar ke minimarket untuk membeli bekal sedikit lah dan mampir ke rumah teman kami Tyas yang emang tinggal di Samigaluh. Jadi, Tyas ini akan jadi tour guide kita. Kan kalau ada tempat tersembunyi lagi bisa langsung cus. Tapi eh tapi sepertinya waktu yang tak memungkinkan soalnya cuaca saat ini kan musim hujan. Ok... tujuan pertama kami adalah Kebun Teh dan Tanah Misi (soalnya berdeketan, cuma atasa sama bawah -.-") baru ke Grojogan Watu Jonggol. Tiga tempat ini masuk ke desa Nglinggo, Samigaluh, Kulon Progo, DI Yogyakarta.

Rute menuju Kebun Teh dan Grojogan watu Jonggol

Ok sebelum jauh aku ceritanya, rute menuju lokasi adalah hal yang paling banyak ditanyakan. So, inilah rute yang aku lewati
Sentolo (Pertigaan Ngeplang/Polsek/Brimob Sentolo) ambil arah menuju Nanggulan - Perempatan Nanggulan lurus ambil arah Dekso (Kalau dari Jogja ambil Kanan) - Perempatan Dekso belok Kiri menuju arah Samigaluh(kalau dari Sleman/Cebongan lurus saja. Nah kalu dari Magelang/Kalibawang ambil kanan) - pertigaan kecil setelah kecamatan ambil arah yang ke Purworejo jangan yang ke arah Suroloyo - ketemu  perempatan yang ada pasar ambil arah kanan (menuju desa Nglinggo) - jalanan yang nanjak - lurus ajah ikutin aspal - ntar nemu papan petunjuk kecil pas turunan - Kiri ke Grojogan Watu Jonggol (ikutin ajah petunjuk itu  ntar ada papan parkir dirumah warga dan jalan menuju Grojogan watu Jonggol) - Ambil lurus dan belok kanan (bila mau ke kebun teh dan Tanah Misi) - ikutin jalan itu ajah ntar dah sampai di perkebunan teh.

Jalan menuju Kebun Teh dan Tanh Misi
Berhubungan perkebunan teh ini bukan obyek wisata (belum terkelola untuk wisata) jadi tidak ada tepat parkir ataupun retribusi bahkan toilet. Jalan di perkebunan teh ini sebenarnya udah beraspal hanya saja pada tanjakan menuju kebun teh selanjutnya aspalnya telah rusak jadi harus hati-hati kalau mau nekat bawa motor ke atas. Kalau pun gak berani seperti aku, ya parkirin ajah di pinggir jalan dan bilang sama warga yang lagi berkebun. Ramah banget kok warganya dan aman selama aku tinggal ke kebun teh dan Tanah Misi.
Pemandangan yang dapat dilihat dari Tanah Misi

Nah kebun teh ini lumayan luas dan pemandangan yang kita dapatkan bukan hanya pohon teh semata tapi di sisi utara-barat kita disungguhkan oleh perkampungan kabupaten Magelang, Gunung Sumbing, dan pengunungan dengan pohon-pohon pinus selebihnya arah lain adalah hamparan karpet hijau dan bukit-bukit. Ketika naik lagi kita lebih jelas melihat hamparan teh. Nah puncak perkebunan teh ini disebut Tanah Misi. Ntah kenapa disebut Tanah Misi sampai saat ini aku belum mendapatkan jawabnya.Tanya Tyas gak tau jawabnnya.Mau tanya penduduk gak ada, kalupun ada cuma lewat doang.hehehe.

 
Hamparan pohon teh Nglinggo
Narsis with Arumy

Hal yang pertama kali bikin aku kaget adalah ternyata tempat ini juga jadi tempat yang belajar kelompok ataupun tempat tongkrong anak muda. hehehe... soalnya waktu itu ada anak sma sedang asyik dengan laptopnya. Aku pun sontak tanya sama Tyas. "Yas..kebun tehnya free wifi yaa?" dan langsung di jawab dengan sorak sorai nada huuuuuu.....*plak mereka sedang kerjain tugas dengan beberapa buku berserakan. Antara aneh, geleng-gelang, takjub dsb. Iya juga yah kalau di kota pada nongkrong di cafe ngerjain tugasnya karena free wifi, eh meraka malah naik gunung duduk dibawah pohon sambil ngerjain tugas. Bagus bagus bagus...emang anak perkotaan sepertinya butuh taman kota ya. Cuma perasaan aku yang masih gak percaya mereka ngerjain tugas di gunung/ perkebunan akhirnya terjawab ketika Dian upload foto di sosmed. Usut punya usut koneksi di Tanah Misi emang kenceng banget. Sinyal Full dengan koneksi HSDPA jangan berharap LTE ya.hahahahaha

Me di Kebun Teh Nglinggo
Setelah puas bernarsis dan menikmati indahnya pemandangan kamipun segera menuju Grojogan Watu Jonggol.Jalan menuju lokasi sudah aspal kok santai saja. Ntar kendarannya bisa dititipin ke warga. Kalau pun ada ongkos parkir palingan 3000 rupiah doang.Untuk retribrusi GRATIS ciiin. Berhubungan lokasi Grojogan Watu Jonggol ini emang tersembunyi jadi kami perlu sebuah perjuangan. Hiiiiisssh... bukan lebay ya, ini serius !!! Jadi kita harus jalan kaki turun bukit/jurang. Soalnya Grojongan ini berada di antara dua perbukitan.Jalan menuju Grojongan masih tanah dan beberapa batuan atau cor semen untuk anak tangga. Untuk sampai di bawah Grojongan pun kita harus melewati sebuah jembatan bambu yang dibikin warga dan aman untuk dilewati. Selain itu warga juga mendirikan sebuah saung/pendopo untuk istirahat.
 
Jalan menuju Grojogan Watu Jonggol *Hati-hati ya

Grojogan Watu Jonggol dari bukit sebelah *warna diedit ya :)
Grojogan Watu Jonggol
Grojogan Watu Jonggol dari dekat

The Ladies "nen**rs". Thanks Tyas dah motoin
Narsis dolo
Sayang para penunjung seperti masih kurang sadar bahwa mereka datang membawa sampah pulang ditinggalkan begitu saja. Emang seh di sekitar grojongan tidak ada sampah tapi apa susahnya membawa kembali sampah yang mereka bawa. Toh di parkiran ada tempat sampah. Saran neh yang mau ke grojongan setidaknya siapkan fisik anda untuk naik turun jalannya dan kalAu musim hujan gunakan alas kaki yang pas dengan tanah becek plus bekal minuman soalnya di bawah ga ada orang jualan ya.hehehehe
Capek juga ketika pulang dari Grojogan jadi istirahat dulu sebelum pulang

Thanks you Tyas udah ngluangin waktu buat kita...kapan ke hutan pinus?
Sekian perjalan aku menemukan tempat-tempat tersembunyi di pengunungan Menoreh dan kami pun pulang ditemani derasan hujan sehingga kami belum berkesempatan foto di sungai yang batu-batu kalinya keren di desa Tinalah.hahahahaha

update terakhir kesana ajalan makin mulus ...neh postingan terbaruku Klik

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suka sama mie ayam, kuwaci lovers dan lagi butuh patner piknik yang suka motoin, bukan yang minta dipotoin ^^v.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar