Bro ... Kenapa Harus Demo ???


Kenapa harus demo? sebenarnya pertanyaan ini selalu menghiasi benak pikiranku dan ingin aku lontarkan pada para pedemo. Entah beliau-beliau ini buruh, ormas, mahasiswa ataupun oknum-oknum tertentu. Bukannya aku tak peduli dengan apa yang mereka pertahankan dalam aksi demo tersebut, tapi secara keseluruhan tentang aksi demo tersebut. Emang pada tahun 1998 pada pemerintahan Soeharto aksi demo ini sangatlah begitu hebat dan membuat hampir satu rakyat Indonesia mendukung hingga tuntutan aksi demo waktu itu berhasil mencapai pada tujuannya. Cuma kalau aksi demo sekarang ....

Sebelum aku lanjutkan kalimat aku diatas,
aku ingin  flasback sebentar dengan kalimat "Kenapa Harus Demo?". Yah akhirnya dibeberapa kesempatan aku mengeluarkan kalimat "Kenapa Harus Demo Brooooh?"

Kasih gambar biar adem
Pertama, pertanyaan ini aku lontarkan pada teman aku seorang aktivis di kampus dia dan jawabnya cukuplah aku angkat tangan saja. Why? aku menghindari perdebatan yang cukup beresiko. Jangan cuma gegara kata 'Demo' kami jadi renggang.hahahaha

Kedua, Pertanyaan ini mendarat ke temanku yang kerja di sebuah perusahan di daerah Karawang Jawa Barat. Lumayan was-was juga ketika tanya, tapi dengan santainya dia jawab
(A)"Karena cuma itu cara kami mengeluarkan unek-unek kami ke para petinggi".
Jawaban itu aku terima dan aku timpali lagi
(Q)"Terus kenapa harus swipping segala, kenapa harus temen-temen yang tadi asik kerja di ajak demo?"
(A)"Ya karena itu bentu solidaritas kami lah Na"
(Q)"Harus dengan memaksa gitu ya? kayak yang diberitakan di Tv itu yah, maksa pekerja lain turun ke jalan buat ikut demo padahal dari awal mereka niat kerja?"
(A)"Ya gak semua dengan cara paksa Na, Kalu ada yang sampai masuk paksa itu karena ada beberapa perusahan yang melarang para pekerjanya pada demo. Nah sebagai bentuk solidaritas kami menjemputnya"
(Q)"Ok, tapi tak ada cara lain selain demo dengan arak-arak motor atau long march gitu? bukanlah secara gak langsung kalian juga menganggu orang lain cari rejeki neh, maaf loh.Emang dengan demo apa YAKIN SUARA KALIAN DIDENGAR SEPENUHNYA?"
(A)"Ya nyatanya kemarin perwakilan kami sudah ditemui dan di ajak bicara. Doain ajah Na tuntutan kami dipenuhi. Kalau masalah mengganggu ya mau gimana lagi itu cara kami mengapresiakan suara kami?"
Sebenarnya belum puas dengan jawaban yang aku dapat, tapi berhubung seolah aku dan temanku kayak asyik sendiri dengan pembicarakan buruh dan teman-teman yang lain kumpul disitu jadi ngelihatin kami sambil geleng-gelang ya sudah dech cukup.

Emang seh, saat ini demo masih menjadi primadona untuk mengutarakan suara meraka kepada para pimpinan meraka. Tapi apakah tak ada alternatif lain untuk mengapresikan suara meraka tanpa menganggu orang lain. Yakin dah para pekerja kita mereka niat berangkat kerja terus tiba-tiba jalan menuju perusahan mereka ditutup gegara ada mahasiswa demo pasti juga ngomel-ngomel. Atau coba deh kalau yang demo turun ke jalan ntuh para persatuan pepimpin perusahanan kalian mogok gak mau gajian kalian soalnya terjadi infasi atau kerugian.


PERHATIAN !!! BUKANNYA AKU GAK BERSIMPATI hanya saja aku terganggu ketika kalian menggunakan sarana publik misal jalan, dan miris ketika kalian bilang gaji kalian kurang tapi kalian demo dengan dengan motor-motor yang harganya mahal plus bensin yang kalian gunakan (coba kalau gak demo pake motor, bensin ntuh bisa buat beberapa hari. buat yang kerja kan malah bensinnya ngirit tuh kalau gak demo ntah kalau yang mahasiswa duitnya masih nyadong gak?), terus perusakan sarana publik, bakar ban dan kawan-kawannya.

Tulisan ini hanyalah sebuah pengutaran hati aku dan sebuah pembelajaran yang aku terima dari Beliau yang aku sayangi. Beliau yang sudah dari puluhan tahun lalu kerja di pabrik tapi masih bisa hidup bahagia. Beliau ada  Bu Lik aku.

Pertanyaan "Kenapa harus demo" pun terlontar dari mulut aku untuk Bulik aku. Bulik aku jadi buruh (pekerja) di sebuah perusahaan sudah dari lulus SMEA ampe sekarang. Waktu itu lagi heboh-hebohnya demo dan Bulik aku lagi pulang ke Jogja. Nah aku pun tanya,
(Q) "Lek, kalau lagi demo-demo gitu suka ikut gak Lek?"
(A) "Pernah ikut dulu, tapi udah beberapa tahun ini gak ikut"
(Q) "Mang kenapa Lek? Terus kalau gak ikut mang gak dimarahi gitu ma temannya"
(A) "Ya gak dimarahilah. Gini loh dari pada Lek ikut demo mending lek pulang buat istirahat di rumah kalau gak ya tetap kerja. Yang Penting Lek bersyukur udah kerja, gak membebani Simbok, malah Lek setidaknya harus bisa kasih rejeki juga ma Simbok juga.Nah, Besok kalau kamu kerja juga gitu harus bisa nyisihin uang kamu buat Bapak ma Ibu. Emang gak seberapa seh dan gak bisa balas buat apa yang telah mereka kasih buat kamu tapi setidaknya berbagilah rejekimu itu dengan orang tuamu. Yang terpenting buat Lek ma om adalah bisa buat makan sehari-hari, SYUKURILAH APA YANG KAMU PUNYA MAKA KEBAHAGIAAN ITU AKAN DATANG SENDIRINYA. Manusia tak pernah ada puasnya Na' jika menuruti nafsunya.

Mrebes mili, gak bisa ngomong dan merasa bersalah pada diri sendiri. Yuh Na' buruan dijemput rejekinya. Lek udah bikin aku jleb jleb banget.

Alhamdulillah pernah berbagi rejeki dari hasil jerih payah sendiri walau gak seberapa ke Ibu dan waktu ngasih lihat ekpresi Ibu tuh adalah hal yang terindah, Senyum Ibu bikin semangat.

Yups. emang benar jika kita bersyukur dengan apa yang kita punya kita akan merasakan bahwa Allah sangat dekat dengan kita dan Bahagia itu sederhana.

Kang Gary Qoute

"HARD WORK WILL NEVER BETRAY YOU - KANG GARY"

*P.S.
sekali lagi tulisan ini bukannya saya tidak bersimpati pada pekerja dan para aktivis hanya saja aku melihat dari sisi lain saja. Betapa kalian sesungguhnya lebih-lebih beruntung dari apa yang kalian miliki sekarang. Petani yang berkali-kali gagal panen pun tak bisa demo pada Tuhan selain dia berusaha menanam lagi dan lagi dan beruntunglah kalian sudah bekerja daripada aku (hahahaha_curhat)

Yuh cari alternatif yang lebih bagus untuk mengapresikan suara SELAIN DEMO. Aku yakin ADA BANYAK CARA selain demo untuk para petinggi, koruptor dan pengusaha yang rakus dkk.

Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Punya tekad buat explore plus santai manja di ujungnya baratnya Indonesia, alamnya Indonesia Timur, lihat oppa-oppa langsung di negaranya, menginjakan kaki di daratan negara Penjajah Indonesia dan bakalan kolaborasi sama idola Aamiin ^^v.

1 komentar: