Sebuah Sungai Eksotis di Luweng Sampang Gedangsari Gunung Kidul

Sebenernya ini adalah cerita beberapa tahun lalu, kalau mau aku simpen sendiri rasanya gimana gitu. Jadi walau telat sharenya semoga bermanfaat ya :

Luweng WaterFall


Bermodal dari refensi beberapa blog traveler atau sebuah blog blusukan, aku dan teman kuliah aku , Adank blusukan ke sebuah desa Gedangsari Gunung Kidul. Di desa tersebut beredar kabar ada sebuah air terjun yang keren dengan bentuk batuan kayak 127 Hours gitu pas aku lihat di foto beberapa blog. Dari beberapa refensi juga ada 2 jalur untuk menempuh ke Luweng Sampang ini. Bisa dari Klaten atau dari Patuk. Yupz, karena desa Gedangsari ini berbatasan dengan Kabupaten Klaten.

Dari refensi yang aku baca dan pertimbangan dari pertemuan kami, maka rute yang kami ambil adalah rute dari Jogja. Inilah rute yang kami lewati : Condong Catur – Janti – Jalan Wonosari – Piyungan – Patuk – (Pertigaan Nglipar- Wonosari) Ambil arah Nglipar – Ikutan ajah jalan Aspal yang bagus – Luweng Sampang.Tapi rute yang aku tunjukin ini tak semulus ketika kita udah pernah ketempat yang kita kunjungi berkali-kali. Yupz, sebuah prinsip malu bertanya sesat dijalan udah kami terapkan dan hasilnya tetap aja kami kesasar. Tapi kesasar kami ini terbayar akan pemandangan yang Subhanaallah Indah banget.Ya, sejenak kami menikmati pemandangan tersebut dan sambil bertanya sama bapak-bapak kalau ke Luweng Sampang lewat mana. Ternyata ada di bawah kami berdiri. Tidak jauh kata bapaknya.

Suka sama backgroundnya... hahaha modelnya Adankkk


Nah ini photo by Adank waktu aku mengabadikan pemndangan yang wow


Pemandangan Pas Kesasar


Kami pun melanjutkan perjalanan kami, hingga akhirnya kami menemukann sebuah sungai di tepi jalan. Sebuah sungai yang mirip dengan foto “Air Terjun Luweng Sampang” di blog yang aku baca. Kami pun memarkirkan motor kami di sebuah rumah penduduk. Karena di rumah tersebut emang ada papan petunjuk buat parkir seh. Dan ternyata rumah tersebut adalah rumah juru kunci sungai Luweng Sampang tersebut dan saya lupa nama beliau.hahahahaha...OK ternyata Air Terjun Luweng Sampang ini adalah sebuah aliran sungai yang terdapat perbedaan ketinggian sehingga menciptakan sebuah air terjun. Sedangkan Luweng Sampang itu sendiri adalah nama sebuah dusun sepertinya kalu dilihat dari alamat Luweng Sampang Gedangsari Gunung Kidul. Nah yang membedakan Sungai / air terjun ini dengan yang lainnya adalah seperti yang aku omongin di awal, batuan kapur dan bentuk-bentuk yang eksotis ini yang membuat beda. Kami datang ke sini pas airnya berwarna coklat dan sungai lumayan banjir jadi debit air yang membentuk air terjun sangat indah. Sayangnya jika musim kemarau seperti yang aku baca, air akan nampak hijau tosca dengan debit air terjunnya jadi sedikit. Tapi semua itu tak mengurangi keindahan akan sungai ini.
Aliran sungai ats sebelum air terjun
Air Terjun yang tercipta di Sungai Luweng Sampang
Diambil si salah satu sudut gitu dah
Bentuk batuan di antar aliran air
selow banget ya sampae bisa buat duduk gitu :p
Love this picture :*
Photo by Adankk
Sepulang sekolah pada mandi di sungai

my PATNER : Adankkk . Thanks you kakak ^^

Setelah cukup lama kami mengeksplor tempat ini akhirnya kami pulang dan tahu kah??? Pulangnya pun kami kesasar, tapi lagi lagi Allah membayarnya dengan sebuah pemandangan yang begitu indah dengan background Gunung Merapi dan ternyata kami pulang melewati Klaten. Ya, kami berangkat maupun pulang tetap saja kesasar. ckckckck


Gunung Merapi dari tempat nyasar kami mau pulang


Miss Risna

Perempuan yang terlahir dan (masih) tinggal di Kulon Progo, Daerah Istimewa Yogyakarta. Suka sama mie ayam, kuwaci lovers dan lagi butuh patner piknik yang suka motoin, bukan yang minta dipotoin ^^v.

5 komentar:

  1. hihihi, tenang mbak, kalau kata pepatah "Nyasar itu karena belum tahu"

    BalasHapus
    Balasan
    1. aaaahhh mas Wihikan Mawi Wijna (moga gak typo nulis namanya) makasih dah mampir blog aku :). Iya betul pepatahnya mas. kesini juga gegara sering stalking blog mas yg super keren.Makasih mas :)

      Hapus
  2. waaaah seru juga kalo besok pulang maen ke Jogja......
    :)

    BalasHapus
  3. Terima Kasih Dihas udah mampir ke blog aku semoga bermanfaatdan menikmati nantinya ketempat tersebut

    BalasHapus
  4. wkwkw kalo kata mas Wijna kesasar bagian dari petualangan mbak haha itu keren amit mbak tempat nyasarnya saya malah pengen ke stiu tuh yag tempat nyasar,...bisa di aksih nama sendiri tuh tempat...heheh hayeehh

    BalasHapus